Wednesday, September 19, 2018

Ustaz Abdul Somad Dikirimi Rp100 Juta oleh Pengguna Topi Tauhid

Ustaz Abdul Somad Dikirimi Rp100 Juta oleh Pengguna Topi Tauhid

Tags

Pemfitnah kalimat tauhit beri uang 100 juta pada ustadz abdul somad
Ustadz Abdul Somad

Isu mengenai topi hitam bertuliskan kalimat tauhid 'La Ilaha Illallah', yang beberapa hari ini menjadi fitnah ke Ustaz Abdul Somad, justru berujung jadi keberkahan.


Topi itu dipersoalkan Ormas GP Ansor lantaran identik dengan simbol Ormas Hizbut Tahrir Indonesia yang sudah dibubarkan pemerintah. Gara-gara itu, ceramah UAS di sebuah daerah batal digelar.

Melalui akun instagramnya, UAS mengabarkan bahwa karena fitnah itu, dia justru dikirimi Rp100 juta oleh si pengguna topi tauhid tersebut. Sebagai ucapan maaf kepada UAS, karena dia menggunakan topi tersebut ceramah UAS di beberapa kota di pulau jawa di batalkan.

"Malang tak dapat ditolak, untung tak dapat diraih. Topi yang dipakai jadi fitnah. Sebagai bentuk penyesalan, 'Ustaz, saya transfer 100 juta ke rekening Ustadz'," kata UAS menceritakan dalam akun IG miliknya yang diposting pada Kamis, 19 September 2018.

Postingan UAS disertai foto-foto dengan judul ‘Musibah berubah menjadi madrasah’. Hingga saat ini, postingan UAS sudah mendapat lebih 650 komentar, serta lebih dari 100 ribu likes.

UAS mengaku setelah ditawari uang sebanyak itu langsung meminta kepada pengirim supaya sama-sama mengantarkan ke Kampung Durian Cacar, Kecamatan Rakit Kulim, Kabupaten Indragiri Hulu, Riau.

"Saya jawab, 'kita antar duit itu bersama-sama ke Durian Cacar. Kita buat Madrasah. Namanya Madrasah at-Tauhid. Karena tulisan di topi itu kalimat Tauhid'," kata UAS.

Setelah Subuh tadi, UAS mengaku bersama si pengirim uang itu, bertolak ke Kampung dimaksud, melewati jalur lintas Timur Sumatera, selama enam jam.

"Kami disambut Datuk Perpatih, Pak Mangku dan Pak Batin dari para tokoh adat. Adapun dari pemerintahan hadir Pak Kades, Kapolses dan masyarakat," kata UAS.

"Semoga Madrasah at-Tauhid ini bisa menjadi penawar duka masyarakat pedalaman untuk mencerdaskan anak bangsa," kata UAS mendoakan.



MUSIBAH BERBUAH MADRASAH Malang tak dapat ditolak, untung tak dapat diraih. Topi yang dipakai jadi fitnah. Sebagai bentuk penyesalan, "Ustadz, saya transfer 100 juta ke rekening Ustadz" Saya jawab, "Kita antar duit itu bersama-sama ke Durian Cacar. Kita buat Madrasah. Namanya Madrasah at-Tauhid. Karena tulisan di topi tu kalimat Tauhid" Setelah shalat Shubuh tadi, kami bertolak menelusuri jalur Lintas Timur Sumatera. 6 jam perjalanan darat, kami sampai di Kampung Durian Cacar, Kecamatan Rakit Kulim, Kabupaten Indragiri Hulu, Riau. Kami disambut Datuk Perpatih, Pak Mangku dan Pak Batin dari para tokoh adat. Adapun dari pemerintahan hadir Pak Kades, Kapolsek dan masyarakat. Semoga Madrasah at-Tauhid ini bisa menjadi penawar duka masyarakat pedalaman untuk mencerdaskan anak bangsa. Kampung Durian Cacar, 9 Muharram 1440 19 September 2018
Sebuah kiriman dibagikan oleh Ustadz Abdul Somad (Official) (@ustadzabdulsomad) pada

Kebijaksanaan tidak tumbuh dengan serta merta.

Buka Komentar

Comment Policy : Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
EmoticonEmoticon