Tuesday, September 04, 2018

Indef Ungkap Pelemahan Rupiah Sudah Lampu Merah

Indef Ungkap Pelemahan Rupiah Sudah Lampu Merah

Tags

Indef ungkap pelemahan rupiah sudah lampu merah
Dollar


Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Abra Talattov menilai pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang telah menembus Rp 14.900 per dolar AS, sudah 'lampu merah'. Karenanya, kata Abra, pemerintah perlu mewaspadai gejolak kurs rupiah ini.


"Gejolak nilai tukar rupiah sudah lampu merah. Dalam transaksi perdagangan siang ini sudah menyentuh Rp 14.902 per dolar AS, melanjutkan level terendah sejak krisis 1998," ujar Abra saat dihubungi Antara di Jakarta, Selasa (4/9).

Menurut Abra, pemerintah dan Bank Indonesia harus mampu menjaga kepercayaan pasar bahwa upaya penyelamatan rupiah yang sedang dilakukan pemerintah dilakukan secara struktural dan berdimensi jangka panjang.

Selain mengancam para spekulan valas, lanjut Abra, pemerintah mestinya juga memberi contoh dengan mendorong para pejabat dan BUMN untuk menukarkan sebagian aset dolarnya ke rupiah. "Jadi tidak hanya mendesak eksportir untuk menukarkan devisa hasil ekspor (DHE) ke rupiah," kata Abra.

Abra menuturkan, ajakan penukaran rupiah tersebut penting guna menciptakan stabilitas psikologis masyarakat. "Hal yang paling dikhawatirkan ialah kalau sampai gejolak rupiah saat ini menciptakan sentimen negatif yang semakin membesar menjadi kecemasan massal," ujar Abra.

Selain itu, Abra menambahkan, aneka upaya memperbaiki defisit transaksi berjalan (current account deficit/CAD) juga mesti disampaikan secara baik kepada investor. REPUBLIKA

Kebijaksanaan tidak tumbuh dengan serta merta.

Buka Komentar

Comment Policy : Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
EmoticonEmoticon