Tuesday, September 25, 2018

Habib Rizieq Dicekal dan Didiskriminasi Arab Saudi

Habib Rizieq Dicekal dan Didiskriminasi Arab Saudi

Tags

FPI: Habib Rizieq Dicekal dan Didiskriminasi Arab Saud
Habib Riziq

Juru bicara FPI, Munarman, dan rombongan menemui Wakil Ketua DPR Fadli Zon untuk berkonsultasi terkait tindakan intimidasi yang dilakukan petugas imigrasi Arab Saudi terhadap Imam Besar FPI Habib Rizieq Syihab.


Salah satu pengacara FPI yang hadir, Nasrulloh Nasution, menjelaskan, bentuk diskriminasi yang dimaksud itu terjadi ketika Habib Rizieq mengurus visa untuk terbang dari Arab Saudi ke Malaysia guna menyelesaikan disertasinya. Saat itu, Habib Rizieq dilarang pergi ke Malaysia tanpa alasan yang jelas. 

“Habib Rizieq ke Malaysia hendak menemui promotor doktoral guna menyelesaikan disertasinya. Perlakuan ini saya kira sebagai bentuk pencekalan dan diskriminasi yang harusnya tidak terjadi,” kata Nasrulloh di ruang rapat pimpinan DPR, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (25/9). Habib Rizieq adalah kandidat doktor di Universitas Sains Islam Malaysia (USIM), Negeri Sembilan, dan tengah menyelesaikan disertasi.

Maka itu, Nasrulloh melaporkan bentuk diskriminasi dan intimidasi yang menimpa Habib Rizieq di Arab Saudi kepada DPR. Karena bagaimanapun Habib Rizieq masih merupakan warga negara Indonesia. 


“Karena DPR memiliki hak-hak untuk membela rakyat Indonesia yang sedang terzalimi yang tertuang dalam UU Nomor 17 Tahun 2014 Pasal 72 huruf (g),” ucap dia.

Fadli Zon lantas menanggapi pelaporan itu, ia berjanji DPR akan menindaklanjuti laporan yang diajukan oleh FPI ini. Fadli mengatakan, tidak hanya Habib Rizieq, pemerintah wajib hadir membantu seluruh WNI ketika mengalami ketidakadilan di luar negeri. 

“Saya kira Habib Rizieq salah satu tokoh ulama penting di Indonesia. Hal itu terlihat dari sejumlah pejabat Indonesia yang menemui beliau di Arab Saudi, termasuk saya,” ungkap politikus Gerindra itu

“Jadi DPR akan memproses laporan ini guna ditindaklanjuti sesuai aturan hukum yang ada,” tutupnya. 
kmp

Kebijaksanaan tidak tumbuh dengan serta merta.

Buka Komentar

Comment Policy : Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
EmoticonEmoticon