Saturday, June 02, 2018

Sumbangsih Peradaban Islam Dalam Ilmu Pengetahuan Dan Teknologi

Sumbangsih Peradaban Islam Dalam Ilmu Pengetahuan Dan Teknologi

Sumbangsih Peradaban Islam Terhadap Ilmu Pengetahuan Dan Teknologi
Ilmuan Islam

rancax.com - Sejarah ilmu pengetahuan yang sering kita pelajari di sekolah umum lebih banyak bercerita tentang ilmuan-ilmuan barat sebagai penemu dan pemegang hak paten teknologi yang bisa kita nikmati saat ini. Tapi taukah kamu bahwa ilmu pengetahuan moderen sejak awal sudah di temukan oleh orang-orang muslim pada masa zaman Nabi. Peran kemajuan ilmuan islam puncaknya pada masa dinasti abaysiah yang kemudian meredup di karenakan berbagai faktor.



Lahirnya modernisasi ilmu pengetahuan di dunia barat yang berawal pada masa renaisans serta revolusi industri di Eropa tak luput dari sumbangsih peradaban dari kaum muslimin. Namun sangat di sayangkan saat ini orang-orang malah cendrung melupakan ilmuan islam. Dunia hanya mengenal para ilmuwan dari Eropa dan Barat yang telah mempatenkan penemuan yang sebenarnya sudah ada sejak zaman nabi.

Berikut 10 ilmuwan islam yang sering terlupakan oleh dunia.


1. Abbas bin Firnas


Abbas bin Firnas, juga dikenal sebagai Abbas Abu al-Qasim bin Firnas ibn Wirdas al-Takurini, adalah seorang polimatik Andalusia seorang penemu, fisikawan, kimiawan, teknisi, musisi Andalusia dan penyair berbahasa Arab.  600 tahun sebelum wright bersaudara dan leonardo davinci membuat sketsa mesin penerbang yang menjadi cikal bakal pesawat terbang. Abbas bin Firnas sudah lebih dulu melakukan uji coba penerbangan dari masjid kordoba tepatnya pada tahun 852 M. Abbas bin Firnas juga menciptakan parasut pertama di dunia.

2. Al-Amidi


Seperti yang banyak di ketahui orang bahwasanya penemu huruf untuk para penyandang tunanetra adalah Louis braille maka dari itu huruf tersebut di beri nama huruf braille. Sebetulnya bukan Louis braille penemu pertama huruf bagi tunanetra, tetapi penemunya adalah seorang ilmuan Islam yang bernama Al Amidi pada abat ke 13 M. Al Amidi merupakan seorang yang terlahir buta tetapi beliau mampu menciptakan penulisan untuk tunanetra. Bahkan Al Amini bisa menguasai berbagai bahasa dan menjadi ahli hukum.

Sayangnya, jasa dan dedikasi Al-Amidi dalam menciptakan sistem penulisan untuk kaum difabel itu seperti hilang ditelan zaman. Sejarah juga seakan melupakan kontribusi tak ternilai yang telah diberikan ilmuwan Muslim itu. Tak hanya adikaryanya yang terkubur zaman, sosok Al-Amidi juga nyaris tak pernah disebut-sebut dalam sejarah peradaban Islam.

3. Al-Battani


Al Battani adalah seorang ahli astronomi dan matematikawan dari Arab. Al Battani, lahir di Harran dekat Urfa. Salah satu pencapaiannya yang terkenal adalah tentang penentuan tahun matahari sebagai 365 hari, 5 jam, 46 menit dan 24 detik. Tak hanya itu ia juga menemukan persamaan trigonometri dalam matematika. Hal ini di ketahui dalam kitab makrifat mathali in nujum. Al-Battani mendalami astronomi sejak berusia 20 tahun hingga akhir hayatnya.

4. Al-Biruni


Dalam kitab Aljamahir fi makrifat al jawahir abad ke 10 di sebutkan, dalam kartografi al biruni membuat proyeksi untuk membuat peta. Pada usia 17 tahun ia mampu menghitung garis lintang tempat kelahiranya. Khiva dengan menggunakan ketinggian matahari. Saat itu Al-Biruni sudah menentukan bahwa Bumi itu bulat dan mampu mengukur keliling bumi.

5. Al-Farabi 


Disebutkan dalam kitab al music al kabir 950 M al farabi mengungkapkan bahwa music dapat membuat perasaan tenang, nyaman, sedih, gembira bahkan menangis bagi dia musik adalah alat terapi, sudah bisa di pastikan saat itu dia sudah menemukan not music. Abu Nasir Al-Farabi bagi orang barat menyebutnya dengan nama Alfarabius. Ia hidup antara 870-900 Masehi dan merupakan tokoh Islam pertama dalam bidang logika.

Al-Farabi merupakan filsuf Islam terbesar, ia memiliki keahlian di berbagai bidang, di antaranya adalah ilmu bahasa, matematika, kimia, astronomi, kemiliteran, musik, ilmu alam, ketuhanan, fiqh, dan manthiq. Tetapi, sayangnya tidak banyak karya dari Al-Farabi yang diketahui, karena karyanya berupa risalah yang merupakan karangan pendek dan tidak banyak yang berupa buku besar yang pembahasannya mendalam, kebanyakan karyanya telah hilang.

6. Al-Idris


Abu Abdullah Muhammad al-Idrisi al-Qurtubi al-Hasani al-Sabti atau singkatnya Al-Idrisi adalah pakar geografi, kartografi, mesirologi, dan pengembara yang tinggal di Sisilia, tepatnya di istana Raja Roger II pada abad ke 12M. Ia menyelesaikan pembuatan peta dunia dalam waktu 15 tahun. Perta tersebut bernama Peta Tabula Rogeriana. Orang-orang Eropa menyebutnya Dresses Ia lahir di Ceuta, Spanyol.

John Block Friedman dan Kristen Mossler Figg menyebutkam bahwa Al Idris merupakan keturunan Nabi Muhammad SAW  (Seorang Habbib). Hal ini disebutkan dalam buku Trade Travel and Exploration in the Middle Ages and Encyclopedia. Selain menghimpun pengalaman pribadi, ia tekun mengumpulkan data geografis seluruh dunia dengan berbagai cara. Mulai dari bertanya pada para pedagang dan wisatawan, hingga memunculkan antitesis yang mengkritik para ahli geografi sebelumnya.

7. Al-Jazari


Disebutkan dalam buku pengetahuan mekanik 1206M. Al jazari mendokumentasikan lebih dari 50 mesin temuanya lengkap dengan ilustrasi serta rincianya. Sumbangsih pemikiran tokoh kelahiran Diyar Bakir, Turki, pada ini telah mengubah lanskap teknologi beberapa abad kemudian. Ia bahkan dijuluki dengan Bapak Robot.

Sebagai seorang kepala insinyur kerajaan, Al-Jazari tak hanya mampu menciptakan robot pemain musik. Ia memelopori lahirnya sederet adikarya dalam bidang teknik dan teknologi. Seperti mesin engkol, roda gigi, mesin pompa air. Dengan ini bisa di ketahui jika konsep dasar robot diletakkan oleh ilmuwan Muslim, yaitu Ibnu Ismail al-Jazari pada abad ke-13.

8. Al-Kawarizmi


Al-Kawarizmi adalah seorang ahli dalam bidang matematika, astronomi, astrologi, dan geografi yang berasal dari Persia. Lahir sekitar tahun 780 di Khwārizm dan wafat sekitar tahun 850 di Baghdad.  Pada abad ke 10 Al kawarizmi menyelesaikan rumus segitiga sama kaki dan perhitungan luas segitiga, segi empat dan lingkaran dalam geometri. Dia juga menemukan aljabar angka 0 dan angka 1 sampai 9.

Banyak pujian yang diberikan para sejarawan dan ilmuwan Eropa kepada karya-karya al-Khawarizmi. Pujian itu antara lain ditulis Philip K Hitti, penyusun the History of the Arabs yang menyebut al-Khawarizmi tokoh utama dalam sejarah awal matematika Arab.

9. Al-Khazini


Dalam kitab mizanul hikmah disebutkan tentang teori keseimbangan hidrostatika yang ditemukan oleh Al Khazini. Teori keseimbangan hidrostatis yang dicetuskannya telah mendorong penciptaan peralatan ilmiah. al-Khazini adalah salah seorang saintis terbesar sepanjang masa. Hal ini pernah di ungkap Robert E Hall (1973) dalam tulisannya berjudul ''al-Khazini'' yang dimuat dalam A Dictionary of Scientific Biography Volume VII.

Al-Khazini bernama lengkap Abdurrahman al-Khazini. Menurut Irving M Klotz, dalam tulisannya bertajuk

"Multicultural Perspectives in Science Education: One Prescription for Failure", sang ilmuwan hidup di abad ke-12 M. ''

Dia berasal dari Bizantium atau Yunani,'' tutur Klotz. al-Khazini menjadi budak Dinasti Seljuk Turki, setelah kerajaan Islam itu menaklukkan wilayah kekuasaan Kaisar  Konstantinopel, Romanus IV Diogenes.

10. Al-Tabhari 


Al Tabhari merupakan ahli sejarah dan psikologi legendaris dari Persia, lahir di daerah Amol, Thabaristan. Al-Khathib al-Baghdadi berkata, “Imam Al-Thabari adalah salah satu imam para imam yang kata-katanya sering dijadikan sandaran hukum, pendapat dan pengetahuan serta keutamaannya sering dijadikan rujukan. Selain itu, ia menguasai banyak ilmu yang tidak ada seorang pun ulama di masanya seperti dirinya.

Dia mampu menghafal al-Qur’an berikut qira’atnya (cara membacanya) serta mengetahui makna beserta hukum-hukum yang dikandungnya. Dia juga menguasai hadis-hadis berikut jalur periwayatannya, sehingga dia dapat memilih mana yang termasuk hadis shahih dan mana yang tidak shahih serta dia juga memahami atsar sahabat dan sejarah peradaban manusia.

Imam Al-Thabari dalam mengisi kehidupannya, ia banyak mengumpulkan riwayat-riwayat Arab dan Islam dari satu tempat ke tempat lain. Setelah itu, ia  banyak menghabiskan waktunya untuk mengajar dan menulis. Dalam kepribadian Imam Al-Thabari ia terkenal dengan sifatnya yang zuhud, wara’ dan akhlaknya yang mulia.

Sebetulnya masih banyak lagi ilmuan-ilmuan muslim yang memberi sumbangsih terhadap kemajuan ilmu pengetahuan moderen saat ini. Tapi kalo di bahas semua saya yakin artikel ini akan sangat panjang. Untuk kali ini cukup di bahas sepuluh nama saja dan pada kesempatan lainya akan kita lanjutkan, semoga informasi ini bermanfaat untuk kita semua.

Jangan pernah lupakan terutama bagi umat islam bahwasanya peran peradaban islam dalam bidang ilmu pengetahuan sungguh sangat besar. Jadi terlalu konyol jika kita berasumsi orang islam tidak bisa apa-apa hanya sibuk ibadah saja, itu tidak benar dan itu merupakan pemikiran picik yang ingin melemahkan islam.

Kebijaksanaan tidak tumbuh dengan serta merta.

Buka Komentar

Comment Policy : Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
EmoticonEmoticon