Wednesday, May 23, 2018

Pecahkan Rekor Ternyata BLBI Menjadi Mega Korupsi Terbesar

Pecahkan Rekor Ternyata BLBI Menjadi Mega Korupsi Terbesar

Tags

Pecahkan Rekor Ternyata BLBI Menjadi Mega Korupsi Terbesar
BLBI

rancax.com - Semenjak terjadinya reformasi dengan tenggelamnya orde baru ternyata bangsa kita masih harus di hadapkan dengan persoalan yang tak kalah hebohnya. Tumbangnya orde baru yang di sebut-sebut sebagai sarang koruptor tidak serta merta hilangnya korupsi di negri ini. Terbukti sederet kasus mega korupsi malah terjadi setelah runtuhnya orde baru. Bahkan nilainya tidak tangung-tangung, diantara mega korupsi tersebut salah satunya adalah BLBI.

Terjadinya kasus BLBI berawal dari penerbitan SKL (surat keterangan lunas hutang) yang kemudian menimbulkan kerugian negara. SKL itu dikeluarkan mengacu pada Inpres Nomor 8 Tahun 2002 yang dikeluarkan pada 30 Desember 2002 oleh Megawati Soekarnoputri, yang saat itu menjabat Presiden RI.

BLBI adalah program pinjaman dari Bank Indonesia kepada bank-bank yang mengalami masalah pemenuhan pembayaran kewajiban, kaitannya saat terjadi krisis moneter 1998. Bank-bank yang menerima BLBI tentu harus membayar kembali bantuan yang sudah diterimanya. Bila sudah membayar kewajiban itu, bank akan diberi surat pemenuhan kewajiban pemegang saham atau surat keterangan lunas (SKL).

Baca juga Bantuan asing ternyata memperburuk keadaan krisis moneter 1998

BLBI (Bantuan Likuiditas Bank Indonesia) awal mula memang bertujuan untuk menutupi talangan hutang luar negeri yang dilakukan para bankir. Bank yang banyak menjamur sebagai akibat kebijakan deregulasi perbankan dimasa orde baru akhirnya runtuh dan jatuh bangkrut, serta tetap tidak kuat menahan nilai mata uang rupiah yang anjlok, disamping itu sektor perekonomian negara kita (industrialisasi yang dibantu oleh kredit bank) juga berantakan akibat terjadinya kredit macet.

Kredit macet itu saling berkaitan dan tali temali, antara industri terhadap bank, bank terhadap pemerintah, pemerintah terhadap bantuan asing, sehingga menambah beban hutang luar negeri menjadi total 1200 trilyun (600 trilyun). Akhirnya banyak bank yang diambil alih pemerintah dan kemudian dijual kembali dibursa saham setelah sehat atau merger (digabungkan). Dan ada juga yang dinyatakan bangkrut dan hilang tak tentu rimbanya (begitupula pemiliknya).

Kasus Surat Keterangan Lunas (SKL) BLBI sejatinya tak lepas dari tekanan IMF kepada pemerintah Indonesia di tengah situasi krisis ekonomi. IMF memerintahkan supaya ditutup 16 bank kecil-kecil tahun 1998 tetapi begitu bank kecil ditutup rakyat tidak percaya dengan semua bank Indonesia apalagi bank swasta pada mau menarik uangnya seperti BCA dan Danamon.

Bank-bank ini nyaris bangkrut, akhirnya pemerintah terpaksa menyuntik BLBI dalam mata uang dolar AS dan pada waktu itu nilainya sekitar 80 miliar dolar AS. Kebijakan waktu itu para pemilik bank yang dibantu kredit BLBI pada dasarnya akan dibantu dengan uang tunai.

Jadi meminjam tunai harus dikembalikan dengan tunai tetapi pada Pemerintahan Habibie dilobi diganti tidak usah bayar tunai asal menyerahkan aset saham, tanah, dan bangunan perusahaan. Kalau obligornya itu benar dia serahkan aset yang bagus yang sesuai dengan nilainya tapi juga ada kasus-kasus di mana dia menyerahkan aset "busuk" yang nilainya itu tidak sepadan," kata Rizal ramli mantan Menko Perekenomian dan Ketua Komite Kebijakan Sektor Keuangan (KKSK) yang menjabat pada saat kasus BLBI belum bergulir.

Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra) merilis kerugian negara hingga 2015 akibat penyelewengan Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) mencapai Rp 2.000 triliun. Nilai ini terancam meningkat menjadi Rp 5.000 triliun pada 2003. Nilai itu belum termasuk nilai guna dan nilai tambah dari aset yang seharusnya dikembalikan obligor dari SKL (surat keterangan lunas).

Baca juga Belajar budaya malu dari pemimpin negara lain

Sementara itu hasil audit BPK merinci 11 bentuk penyimpangan senilai Rp 84,842 triliun, yaitu BLBI digunakan untuk membayar atau melunasi modal pinjaman, pelunasan kewajiban pembayaran bank umum yang tidak bisa dibuktikan kebenarannya, membayar kewajiban pihak terkait, serta transaksi surat berharga. Sejauh ini kasus skandal mega korupsi yang merugikan negara triliunan, BLBI menjadi pemecah rekor tertinggi dibandingkan mega korupsi lainya.

Kebijaksanaan tidak tumbuh dengan serta merta.

Buka Komentar

Comment Policy : Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
EmoticonEmoticon