Sunday, April 29, 2018

Bolehkah Islam Bicara Politik Dimesjid

Bolehkah Islam Bicara Politik Dimesjid

Tags

Bicara Politik Dimesjid
Siyasah

Sering sekali terjadi perdebatan di berbagai media sosial tentang pernyataan Politik tidak boleh di lakukan di masjid. Dalam hal ini terjadi perdebatan antara yang pro dan yang kontra. Tapi lucunya yang kontra malah orang-orang yang bukan dari kalangan muslim itu sendiri. Kalaupun ada diantara yang kontra mengaku islam itu juga orang yang pengetahuan agamanya kurang lengkap atau kurang memahami islam.

Untuk meluruskan perdebatan itu mari kita kupas apa itu politik dan adakah dalam agama islam mengajarkan politik ?. Di dalam islam kita diajarkan tentang ilmu syariat yang di sebut fikih. Secara definisi fikih merupakan pengetahuan tentang hukum syariat yang bersifat amaliyyah, yang di gali dari dalil-dalil yang bersifat rinci. 


Unsur dari fikih ini terbagi beberapa macam diantaranya:


  1. Fikih ibadah yaitu aturan yang berhubungan dengan ibadah madhah.
  2. Fikih muamalah yaitu aturan hubungan antar manusia yang menyangkut dengan harta.
  3. Fikih munakahat yaitu aturan yang berhubungan dengan pernikahan.
  4. Fikih mawaris yaitu aturan tentang warisan atau kewarisan.
  5. Fikih jinayah yaitu aturan tentang hukuman pidana. 
  6. Fikih siyasah yaitu aturan tentang politik dan kenegaraan. 

POLITIK itu apa sih sebenarnya ?. Sampai sampai banyak orang yang bilang jangan membicarakan politik di mesjid. Kalau mengacu kepada pendapat Aristoteles (384 SM – 322 SM) seorang filsuf Yunani, murid dari Plato dan guru dari Alexander the great. "Politik ialah usaha yang ditempuh warga Negara untuk mewujudkan kebaikan bersama"

Bagi umat islam Mesjidlah tempatnya untuk membicarakan kebaikan bersama bagi umat islam khususnya. Prof. Miriam Budiardjo guru besar ilmu politik UI mengatakan, "Politik adalah macam-macam kegiatan dalam suatu sistem politik (negara) yang menyangkut proses menentukan dari tujuan-tujuan dari sistem itu dan melaksanakan tujuan-tujuan itu".

Bagi umat islam Mesjid berperan mendidik manusia supaya jujur dalam kehidupan. Di dalam fikih sendiri umat islam di anjurkan untuk bersiyasah (politik) yang baik. Bukankah politik itu harus jujur ? Supaya sistim politik berjalan dengan baik. 

Romo Khatolik Prof Franz Magnis Suseno, guru besar STF Dryarkara mengatakan "Politik adalah segala kegiatan manusia yang berorientasi kepada masyarakat secara keseluruhan atau yang berorientasi kepada negara".

Bagi umat islam khususnya Mesjid berorientasi kepada masyarakat untuk tempat menyampaikan ajaran kebaikan. Supaya dalam kehidupan pribadi baik dan dalam berbangsa dan bernegara juga harus baik, supaya kegiatan manusia berjalan sempurna.

ROBERT Gilpin pakar ekonomi politik internasional dan dosen emeritus politik dan hubungan internasional Universitas Princeton mengatakan "Politik adalah seni memerintah dan mengatur masyarakat manusia".

Bagi umat islam Mesjid bertujuan mengatur masyarakat manusia Supaya beradab. Khususnya bagi umat islam itu sendiri. Ibnu Taimiyah Dalam as-Siyasah asy-Syar’iyyah, ia menganggap penegakan negara sebagai tugas suci yang dituntut oleh agama dan merupakan salah satu perangkat untuk mendekatkan manusia kepada Allah. Ini defenisi politik yang mendekati kebenaran, politik bertujuan mengatur warganegara dengan sebuah aturan yang jelas untuk menjadi sarana mendekatkan diri kepada Allah.

Dalam kitab suci Al Qur'an banyak membicarakan tentang pemimpin. Juga banyak membicarakan keadilan, kejujuran, kasih sayang. Bukankah semua itu prasarat politik ?.

Jangan menjadikan orang kafir sebagai pemimpin orang muslim QS 4:144.

Orang munafik adalah muslim yang menjadikan orang kafir sebagai pemimpin QS 4:139.

Jangan menjadikan orang Yahudi dan nasrani sebagai pemimpin QS 5:51.

Jangan memilih pemimpin dari orang yang membuat agama jadi bahan ejekan QS 5:57.

Bukankan memilih pemimpin adalah Proses utama dalam perhelatan politik ?. Al Qur'an banyak membicarakan cara memilih pemimpin.  Bagi umat islam di mesjidlah al quran dibahas secara mendetail. 

Maka dari itu, kalau kepemimpinan adalah politik, mesjid adalah tempat untuk membahas politik. Karena politik adalah ilmu dan sistim yang mengatur tata cara bernegara. Islam harus memastikan ummatnya dipimpin oleh pemimpin yang mampu, adil dan bijaksana.

Jika ada yang mengatakan " Hei Ummat Islam, si Anu  jangan pilih karena dia bukan muslim alias kafir" Seruan ini sesuai ayat QS 4:144 dan umat islam harus patuh dan berpegang pada Alquran. Apakah itu melanggar konstitusi kita ?. Sama sekali tidak! Konstitusi kita menjamin itu.

UUD 1945 Pasal 29 ayat 2 berbunyi

(2) Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadat menurut agamanya dan kepercayaannya masing-masing.


Negara menjamin warga negaranya untuk beribadat menurut agamanya masing-masing. 

Jadi Islam juga dijamin untuk melaksanakan semua ajaran-ajaran Al Qur'an. Ajaran islam paling sempurna mengatur kehidupan manusia secara ditel termasuk dalam siyasah atau berpolitik. Di tengah masyarakat islam tempat yang paling baik menyampaikan ajaran islam adalah mesjid. 

Jadi jika ada ulama ceramah atau tausyah tentang siyasah (politik) tidak ada yang salah tentang itu. Semuanya sesuai dengan aturan islam sesuai fikih yang memang mengajarkan siyasah (politik). Yang salah itu adalah ketika orang non muslim masuk mesjid lalu dibolehkan berceramah kepada umat islam. Kesimpulanya adalah hanya orang yang tidak mengerti islam yang kontra terhadap kajian politik di mesjid.

Kebijaksanaan tidak tumbuh dengan serta merta.

Buka Komentar

Comment Policy : Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
EmoticonEmoticon