Monday, March 12, 2018

Setumpuk Resah Dipembaringan

Setumpuk Resah Dipembaringan

Tags

Setumpuk Resah Dipembaringan
Setumpuk Resah

Puisi Resah Dipembaringan


Pekatnya malam ini tak membuat tenang dalam jiwa. Pikiran slalu di hadapkan pada setumpuk kenyataan yang sulit untuk ku hindari.

Semakin malam resah inipun semakin larut. Kian berkecamuk pada jiwa nan layu. Terkadang membuatku jadi patah arang.

Aku tau tidak mungkin akan memaki waktu yang sudah berlalu. Terlalu naif jika itu ku lakukan.

Biar saja waktu ini menggilas sisa umurku. Aku sudah tak perduli lagi, akan ku telan rasa pahit bersama kenyataan ini seorang diri.

Resah yang tak kunjung sudah, ku bawa menengadah ke langit-langit kamar, yang menua bersama kumpulan debu.

Berharap ada jalan terang untuk ku lepas dari gundah gulanah ini. Sudah tak terhitung tangis dan air mata di setiap sujud ku pada Tuhan ku.

Biarlah rantai hidup ini kian menyingkat, aku rela pada nasip. Berusaha untuk tetap istiqomah untuk selalu berserah pada selaksa peristiwa.

Dan untuk pasrah pada takdirku. Takan lelah dahi ini untuk slalu bersujud meminta dan memohon ampun padaNya sang Agung pemilik Jiwa.

Di malam ini dalam gelap Ku sapu gundahku bersama linangan airmata yang berderai jatuh satu-satu.

Basah mengalir di pembaringan ku. Biarlah agar hatiku kembali tenang lalu terlelap bersama mimpi dan juga angan-angan.

Kebijaksanaan tidak tumbuh dengan serta merta.

Buka Komentar

Comment Policy : Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
EmoticonEmoticon