Thursday, November 30, 2017

Menjual Kemiskinan di Televisi

Menjual Kemiskinan di Televisi

Tags

Menjual Kemiskinan di Televisi
Miskin

Dalam kehidupan bermasyarakat tingkat ekonomi setiap individu atau keluarga memang berbeda-beda. Ada yang super duper kaya, ada yang hidup sederhana, dan ada juga yang miskin.

Bagi yang berada pada golongan tak mampu (miskin) mencukupi kebutuhan pokok saja mereka selalu mengalami kesulitan untuk memenuhinya.

Hal-hal seperti itu sudah menjadi realita hidup karna tidak mungkin setiap individu itu mempunyai kemampuan ekonomi yang sama, baik itu yang berdomisili di kota besar ataupun di pedesaan. Di tengah masyarakat terdapat tiga golongan tingkat ekonomi.

  1. Ekonomi menengah keatas atau bisa di bilang kaya.
  2. Ekonomi menengah atau bisa di sebut sederhana atau mampu.
  3. Ekonomi menengah kebawah atau bisa di sebut juga ekonomi tak mampu atau miskin.

Mungkin kamu pernah menyaksikan di telivisi acara reality show tentang kemiskinan. Seperti acara bedah rumah, uang kaget, microfhone pelunas hutang dan sebagainya. Dimana dalam acara tersebut di pertontonkan adegan-adegan yang dramatis dan menhiba.

Kira-kira bagaimana pendapat kamu tentang acara-acara seperti itu, apakah acara itu bersifat positif atau sebaliknya ?. Menurut pengamatan rancax, ada dua pendapat tentang pertanyaan ini.

A. Pendapat Masyarakat Tantang Reality Show


1. Pendapat pertama mengatakan setuju dan itu sangat bagus.


Ada pendapat yang mengatakan acara reality show yang themanya mengangkat dramatis kemiskinan seperti ini sangat bagus. Kenapa demikian, Karna dengan adanya acara seperti ini kita bisa beramal, menolong orang-orang yang membutuhkan. Sekaligus terhibur dengan tayangan tersebut.

Tayangan tersebut juga bisa memberitahu kita bahwa dalam kehidupan ini begitu banyak problema yang terjadi, terutama dalam masalah ekonomi. Hal ini akan mengingatkan kita ternyata di luar sana masih banyak orang-orang yang membutuhkan uluran tangan.

Disamping itu kalo di lihat dari sudut pandang pemilik tayangan atau produser, acara dengan thema reality show tentang kemiskinan ini secara bisnis mempunyai nilai jual tersendiri. aksi-aksi dramatis yang di pertontonkan tersebut akan menarik minat penonton. Dan tujuan utamanya adalah ranting iklan dari tayangan tersebut. Ini merupakan bisnis yang sangat bagus bagi sipemilik tayangan atau produsernya untuk meraup keuntungan.

2. Pendapat kedua mengatakan tak setuju


Pendapat kedua memang bertolak belakan dengan pendapat pertama, bahwa acara reality show dengan thema dramatis kemiskinan sangatlah tak baik. Kenapa demikian ?.

Secara sosial acara tersebut sama saja dengan menjual kemiskinan. Loh kenapa demikian bukankah acara ini membantu orang lain ?, penahkah kamu berfikir uang bantuang yang mereka berikan kepada talent dalam acara tersebut tak ada apa-apanya dibanding nilai jual yang mereka dapatkan dari dramatisnya acara tersebut.

Misalnya uang bantuan kepada talent dalam acara tersebut senilai 10 juta rupiah coba kamu bandingkan dengan nilai uang yang mereka dapat dari iklan yang masuk pada acara tersebut akan lebih besar dari uang yang mereka berikan. Ini adalah bisnis tak ada yang gratis di dunia ini.

Secara tak langsung para talent dalam acara tersebut sudah menjual hidupnya menjual kemiskinanya kepada produser acara tersebut. Acara seperti ini bukanlah acara sosial, dan jangan pernah berfikir ini adalah bantuan kemanusiaan. Ini lebih kepada bisnis menjual tragis dan dramatisnya kemiskinan seseorang di televisi.

Didalam agama memberikan bantuan kepada seseorang tidak perlu di publikasi karna bisa (riya), apa itu riya ? riya atau memperlihatkan sekaligs memperbagus suatu amal ibadah dengan tujuan agar diperhatikan dan mendapat pujian dari orang lain. Nah dari sini kita bisa menilai keiklasan dari orang yang memberi bantuan.

Acara reality show dengan thema kemiskinan ini tergolong kepada riya dalam perbuatan. Niat di dalam hati tadi, yakni menunjukkan segala tindak perbuatan atau ibadah dihadapan orang lain dengan tujuan untuk diperhatikan dan mendapat pujian.

Dalam acara reality show ini tak hanya pujian karna di publikasikan lewat media TV tapi si pemilik atau promotor acara lebih kepada ingin bisnis mendapatkan keuntungan yang jauh lebih besar dari jumlah bantuan yang di berikan. menjual dramatisnya kemiskinan seseorang Tragis bukan ?.

A man is known by the companion he keeps !

Buka Komentar

Comment Policy : Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
EmoticonEmoticon