Sunday, November 26, 2017

Makna Baik Dan Buruknya Sebuah Pencitraan

Makna Baik Dan Buruknya Sebuah Pencitraan

Tags

Makna Baik Dan Buruknya Sebuah Pencitraan
Pencitraan

Apa kabar sahabat rancax semoga sehat dan sejah tera selalu ya. Kali ini kita akan membahas kata yang lagi trendi di zaman now yaitu "Pencitraan". Sebetulnya pencitraan itu artinya apa sih ? Pasti sobat rancax pernah bertanya demikian atau setidaknya terbesit pertantaan tersebut di dalam hati.

Kalo kita lihat saat ini sering sekali orang menyebut, "ah kamu pencitraan terus atau ah itu hanyalah pencitraan saja". Pencitraan adalah membuat suatu hal agar citra kita menjadi baik dimata publik, mungkin para pejabat di negara kita sudah sangan fasih melakukan hal tersebut. contoh : update status dan ngetweet di twitter agar dibaca orang banyak (publik).

Pencitraan merupakan usaha menutupi kekurangan diri sendiri atau bisa di artikan juga sebagai usaha menonjolkan kebaikan diri sendiri ke mata publik demi menyembunyikan menutup nutupi kejelekan yang sudah di lakukan di hadapan publik. Nah sekarang timbul lagi pertanyaan, apakah sebuah pencitraan itu suatu perbuatan baik ?

Pencitraan itu terbagi menjadi dua jenis.


1. Pencitraan dalam artian negatif


Pencitraan dalam artian negatif maksudnya membangun citra baik di hadapan publik demi menutupi sifat buruk sang pelaku. Bisa dibilang melakukan pembohongan publik atau aksi kamuflase semata.

Nah pencitraan yang model begini sering di lakukan oleh oknum pejabat negri, lebih sering lagi kita lihat pada masa masa kampanye demi mendulang popularitas dan suara dukungan saat pemilihan.

Kenapa di sebut pencitraan yang bersifat negatif, karna kenyataanya setelah pemilihan usai banyak sekali oknum pejabat yang bekerja tak sesuai dengan pencitraanya saat masa kampanye. Janji saat kampanye tak seperti kenyataan saat menjabat alias pembohongan publik.

Biasanya pencitraan dalam artian negatif ini di lakukan tak hanya oleh oknum pejabat saja. Masyarakat biasa juga sering melakukanya, contoh sederhana antara perbuatan dan niat hati tidak singkron misal. Memberikan sumbangan kepada kaum duafa demi di sanjung oleh orang lain.

Pencitraan model begini tidak baik di lakukan ya sobat rancax. Jadilah diri sendiri jangan berkamuflase itu sama saja dengan menipu diri sendiri dan orang lain. Kata guru ngaji perbuatan seperti itu adalah dosa. Bersikaplah baik antara niat dan perbuatan haruslah singkron.

2. Pencitraan dalam artian fositif


Pencitraan memang tak selalu berkonotasi negatif ya sobat rancax. Ada juga loh pencitraan dalam artian fositif. Namun orang orang lebih cendrung atau sering mengartikan sebuah pencitraan maknanya pasti tak baik begitu fakta di masyarakat.

Ok untuk lebih jelasnya kenapa ada pencitraan dalam artian fositif pasti admin ngaur nih, ngak kok sobat.

Pencitraan yang di lakukan dalam artian fositif yaitu. Membersihkan kembali nama baik yang sudah tercoreng di mata publik sementara si pelaku suda menyesal dengan perbuatanya, bisa di katakan pencitraan model seperti ini di sebut Tobat.

Seseorang yang sudah terlanjur berbuat keburukan di mata publik dan menyesali perbuatanya pasti ingin memulihkan nama baiknya kembali. Salah satu cara ya si pelaku atau orang yang bersangkutan akan melakukan kebaikan. Tentu pencitraan model seperti ini harus sesuai dengan definisi Tobat ya sobat. Kalo sudah sesuai baru bisa di katakan pencitraan yang bersifat fositif.

Di dalam Islam Tobat Secara istilah artinya kembali kepada Allah yang Maha Pengampun dan Maha Penyayang. Menyerah diri pada-Nya dengan hati penuh penyesalan yang sungguh-sungguh.

Yakni kesal, sedih, ssah serta rasa tidak patut atas dosa dosa yang pernah kita dilakukan sehingga menangis. Hati terasa pecah pecah bila mengingati dosa dosa yang dilakukan itu.

Memohon agar Allah yang Maha Pengampun akan menerima tobat kita. Hati menyesal akan perbuatan dosa yang kiata lakukan itu menjadikan anggota-anggota lahir (mata, telinga, kepala, kaki, tangan, kemaluan) tunduk dan patuh dengan syariat yang Allah telah tetapkan dan berjanji tidak akan mengulangi lagi perbuatan-perbuatan itu kembali.

Sekiranya seseorang itu berbuat dosa dan kesalahan yang ada hubungan sesama manusia, antara syarat-syarat taubat yang mesti ditempuhi ialah:

  • Menyesal sungguh sungguh di atas segala kesalahan yang dibuat terhadap orang lain itu. Benar-benar terasa di hati perasaan sedih, dukacita dan rasa tidak patut berbuat begitu.
  • Meninggalkan terus perkara-perkara yang mendatangkan dosa dengan manusia.
  • Berazam bersungguh sungguh untuk tidak mengulangi perkara perkara yang mendatangkan dosa yang ada hubungan dengan manusia (mu’amaidh).
  • Meminta maaf atau meminta ridho (halal) kepada orang yang kita telah berbuat dosa terhadapnya atau bayar semula ganti rugi atau pulangkan barang yang telah diambil. Dosa dosa sesama manusia ini kalau hendak disebutkan terlalu banyak.

Tentu seseorang yang sudah tobat akan slalu berbuat baik atau meninggalkan kebiasaan buruk yang dia sesali, yang tadinya berbuat jahat sekarang bersungguh sungguh menyesal dan kembali berbuat baik. Dengan bersungguh sungguh berbuat baik inilah nama baiknya yang sudah tercoreng di mata publik berlahan akan kembali bersih karna sudah melakukan Pencitraan melalui Tobat tadi. Nah inilah maksud dari pencitraan yang bersifat fositif yaitu memulihkan citra buruk terhadap diri karna sebuah penyesalan.

A man is known by the companion he keeps !

Buka Komentar

Comment Policy : Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
EmoticonEmoticon