Sunday, November 19, 2017

Fenomena Generasi Micin Bullying kids Zaman Now

Fenomena Generasi Micin Bullying kids Zaman Now

Tags

Fenomena Generasi Micin Bullying kids Zaman Now
Kids

Perkembangan teknologi memang sangat pesat di era global ini. Banyaknya sosial media semakin memudahkan orang orang untuk berinteraksi secara tak langsung. Di sosial media sering sekali kita temukan komentar tentang generasi "micin" kebanyakan makan "micin" begitu sebagai bahan bullying atau ejekan kepada orang yang tidak di senangi.

Mendengar ejekan "micin" pasti anda bertanya tanya, kenapa "micin" yang di pakai sebagai ejekan atau hinaan ?. Apakah micin seburuk itu ? Jawabanya tentu tidak demikian. Memang sudah sejak lama "micin" menjadi mitos penyebab kebodohan.

Secara Ilmiah micin merupakan monosodium glutamat (MSG) adalah garam natrium asam glutamat ditemukan oleh Kikunae Ikeda 1908 seorang profesor kimia Universitas Tokyo. Micin dianggap sebagai garam paling stabil mampu memberi rasa umami atau gurih pada tiap makanan.

Lalu apa hubunganya antara micin dengan ejekan kebodohan di media sosial ? Alasanya Micin banyak sekali di gunakan sebagai penyedap makanan. Penyedap ini bisa di dapat secara instan di warung warung tanpa harus di olah terlebih dulu seperti rempah rempah. Itulah kenapa seseorang yang suka dengan sesuatu yang instan dianggap bodoh. Karna hanya tau jadi tanpa mengerti proses.

Contoh simple ketika ada seseorang di media sosial berkomentar instan, tanpa tau pokok permasalahan atau tidak membaca secara keseluruhan hanya membaca judul dari topik yang di bahas hingga menyebabkan ngaur dan asal jawab. Maka akan di juluki kamu kebanyakan "micin" dalam arti lain kamu kebanyakan instan. Jadi intinya seseorang yang berkomentar instan dan ngaur dianggap bodoh.


Berikut 5 perilaku netizen yang sering dikaitkan dengan micin (resep masakan instan)



1. Berkomentar ngaur


Maksud berkomentar ngaur di sini ialah berkomentar tidak sesuai dengan topik pembahasan. Penyebabnya biasanya hanya membaca judul topik tanpa membaca secara keseluruhan. Malas hanya Membaca judul saja tapi ingin exis di forum tersebut ini termasuk tingkah yang instan.

2. Menyebar berita hoax


Media sosial seperti yang kita ketahui banyak sekali berita berita hoax yang tersebar, kamu tau tidak ? tersebarnya berita hoax tersebut di akibatkan karena bodohnya sipenyebar tersebut. Bodoh dalam artian karna malas mencari sumber yang pasti. Ingin up to date dan exis tapi dengan cara yang instan tanpa ribet mencari sumber yang pasti, terlihat bodoh bukan ? bagi orang yang mengerti tentang berita hoax yang dia sebar.

3. Update photo dengan gaya yang tak lazim atau aneh


Sudah menjadi rahasia umum media sosial memang tempat exis para neter yang paling mudah, para pengguna media sosial berlomba lomba menjadi exis menjadi tenar. Sesuatu yang unik di media sosial akan cendrung lebih cepat buming dan firal atau di kenal orang. Nah dengan alasan inilah para neter berlomba lomba seunik mungkin termasuk dalam hal ber photo agar cepat di kenal orang. Lagi lagi jawabanya ingin dikenal namun dengan cara instan. Instan sangat dekat bukan....? dengan sebutan "micin".

4. Lebih perhatian sama gedget ketimbang lingkungan


Generasi "micin" biasanya lebih peduli pada gedget ketimbang lingkunganya. Sudah banyak survey yang membuktikan bahwa orang orang yang kecanduan gadget akan selalu menatap layar gedgetnya. Mereka tidak perduli dengan sekitar. Contohnya dahulu sebelum adanya gedget orang orang saat berkumpul dengan keluarga, rekan, saudara atau teman pasti akan ngobrol dan bercandaria.

Namun saat ini hal seperti itu sudah mulai langka. Saat ini lebih sering kita lihat saat seseorang lagi ngumpul bersama, tetap saja layar gedget yang di perhatikan, mereka masing masing sibuk dengan hp nya padahal situasinya lagi ngumpul bareng.

Hal semacam ini disebabkan karna kata instan tadi. Mereka harus sering sering up to date di medsos supaya tetap exis dan di kenal. Berbeda dengan orang yang di kenal karna prestasinya, mereka tentu sudah ada usaha proses yang panjang dan tidak instat tanpa exis di media sosialpun namanya akan tetap di ingat masyarakat.

5. Minim prestasi tapi besar mulut


Yang kelima ini memang sangat miris, generasi "micin" alias doyan instan memang minim prestasi. Mereka sibuk dengat gedget mereka sampai lupa melakukan sesuatu yang bernilai manfaat. Mereka sibuk mencari perhatian di media sosial supaya di kenal masyarakat secepatnya.

Tak jarang pola tingkah mereka melenceng dari norma norma yang beradab. Karna kunci supaya cepat tenar di media sosial adalah bersikap unik dan tak lazim. Contoh seperti yang sudah kita bahas tadi, berkomentar ngaur yang penting exis di forum, menyebar hoax yang penting up to date, update photo yang tak lazim biar unik dan cepat di kenal, lebih perduli sama gedget karna gedget merupakan alat yang sangat portabel untuk di gunakan dimanapun dan kapanpun.

Demikianlah alasanya kenapa ada bullying atau ejekan "micin" atau kebanyakan makan micin. Karna micin sangat identik dengan bumbu makanan instan, jadi tingkah pola netizen yang ingin cepat tenar dengan cara instan cari perhatian inilah yang membuat orang orang melabeli dengan sebutan kamu kebanyakan makan micin. Apakah anda salah satu diantaranya ?

A man is known by the companion he keeps !

Buka Komentar

Comment Policy : Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
EmoticonEmoticon