Tuesday, October 17, 2017

Perjalanan Hidup Prabowo Yang Tak Banyak Diketahui Orang

Perjalanan Hidup Prabowo Yang Tak Banyak Diketahui Orang

Tags

Perjalanan Hidup Prabowo Subianto Yang Tak Banyak Diketahui
Prabowo Muda

Salah satu korban konspirasi-fitnah akbar di negeri ini adalah Letnan Jenderal Prabowo Subianto (08). Black campaign dan character assasination terhadap Prabowo Subianto selalu dimainkan oleh lawan politik terhadap dirinya.

Tulisan ini hanyalah menjabarkan, menjelaskan dengan sungguh sungguh dan tulus hati, untuk merenungkan dalam-dalam, siapa itu Prabowo. Kali ini kami akan membahas siapa itu Prabowo. Mari kita simak dengan seksama dan jika ada pembahasan ini yang keliru mohon di beritahu di kolom komentar.

A. Orangtua Prabowo


Prabowo Subianto adalah anak dari begawan ekonomi, Soemitro Djojohadikusumo, yang menikah dengan Dora Sigar. Apabila ditelusuri lebih jauh, Prabowo adalah cucu dari Raden Mas Margono Djojohadikusumo, pendiri Bank Negara Indonesia (BNI 46) yang juga merupakan ketua Dewan Pertimbangan Agung Republik Indonesia (DPARI) pertama serta anggota Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI).

Apabila ditelusuri lebih jauh lagi, Prabowo adalah keturunan dari Adipati Mrapat, bupati Kadipaten Banyumas pertama yang salah satu kakek buyutnya adalah Panglima Laskar Diponegoro untuk wilayah Gowong (Kedu), atau yang lebih dikenal dengan nama Raden Tumenggung Kertanegara III.

Semasa kecil, Prabowo dididik dengan keras oleh ayah dan ibunya. Hal ini dilakukan agar ia tumbuh menjadi pribadi yang disiplin dan tegas. Soemitro, ayah Prabowo, mengaku bahwa dalam mendidik anak, ia menerapkan dua sistem. Pertama, kalau anak meminta waktu, maka orang tua harus meluangkan.

Kedua, orang tua tidak boleh meremehkan anak seberapa pun nakalnya anak itu. Sementara, Dora, ibu Prabowo, mengaku bahwa dalam mendidik anak, ia menerapkan sistem disiplin ketat. Tata karma dan etika Belanda diterapkan Dora dalam mendidik anak, sebagaimana didikan yang ia terima waktu kecil dari kedua orang tuanya yang sama-sama berpendidikan Belanda.

Mengikuti Perjuangan Begawan Ekonomi Prof. Sumitro Djojohadikusumo Prabowo kecil mulai diajak pindah keluarganya ke Singapura pada sekitar tahun 1950.

Selama kurang lebih 10 tahun, Prabowo menghabiskan masa kecilnya di Singapura, Malaysia, Hongkong, Swiss dan Inggris. Pengalaman ini membentuk karakter Prabowo menjadi anak yang mandiri, mampu menyesuaikan diri dan pekerja keras.

Sejak dini, ayahnya selalu menanamkan prinsip-prinsip semangat juang kepada Prabowo. Sumitro sengaja mengabadikan nama adiknya, Subianto, yang gugur melawan penjajah Jepang, pada nama anaknya. Sumitro berharap Prabowo kelak menjadi pejuang seperti paman-pamannya yang berdarah Banyumas, yang menurutnya mewarisi tradisi perlawanan.

Usia 16 tahun, Prabowo menamatkan sekolah menengah di London pada 1967. Sebenarnya ia diterima di tiga universitas di Amerika Serikat, yaitu Universitas Colorado, George Washington, dan Rhode Island. Tapi, ayahnya menunda Prabowo masuk kuliah karena khawatir dengan dampak psikologis akibat kuliah di usia terlalu muda.

Sang Ayah membawa Prabowo kembali ke Indonesia, agar lebih mengenal tanah airnya. Ini yang kemudian membuat pengagum Panglima Jenderal Sudirman itu, lebih memilih ke Magelang, Jawa Tengah, masuk ke Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia, menjadi Taruna. Disinilah episode penting karir Prabowo ditorehkan.

B. Meniti Karier di Akademi Militer


Perjalanan Hidup Prabowo Subianto Yang Tak Banyak Diketahui
Prabowo Muda

Pada tahun 1970, Prabowo memutuskan untuk masuk di Akademi Militer Nasional (AMN) yang ada di Magelang, Jawa Tengah, atas sponsor Kepala Intelijen Negara yang pada saat itu dijabat oleh Sutopo Juwono. Di akademi ini, Prabowo mulai mengenal dunia militer, mulai dari strategi bertahan hidup (sebagai tentara), strategi perang, sampai peralatan alutsista.

Prabowo mengaku bahwa meski sejak kecil ia sangat menyukai dunia militer, namun baru kali ini cita-citanya kesampaian. Sebelum masuk di akademi militer ini, Prabowo sebenarnya sudah diterima di University of Colorado dan George Washington University, Amerika Serikat. Akan tetapi, ia malah lebih memilih belajar di akademi militer daripada belajar di bangku kuliah.

Setelah empat tahun berjalan, Prabowo menamatkan pendidikannya di AMN. Dua tahun kemudian, ia bergabung dengan Komando Pasukan Sandi Yudha (Kopasandha), cikal bakal Komando Pasukan Khusus (Kopassus).

Dengan latar belakang keluarga intelektual, Prabowo mewarisi kecerdasan ayahnya. Beliau dikenal sangat cerdas di sekolah maupun di AKABRI (Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia). Meski beliau adalah alumnus AKABRI (1974), namun tidak banyak yang tahu bahwa setelah lulus SMA, Prabowo juga diterima di American School In London, Britania Raya.

Dalam sebuah catatan sejarah, disebutkan bahwa pada tahun 1976, Prabowo berhasil menjadi Komandan Peleton Para Komando Group-1 Kopassandha. Setahun kemudian, Prabowo juga berhasil menjadi Komandan Kompi Para Komando Group-1 Kopassandha. Sementara, setelah menikah, Prabowo berhasil menjadi Wakil Komandan Detasemen-81 Kopassus tahun 1983-1985. Kemudian, ia berhasil menjadi Wakil Komandan Batalyon Infanteri Lintas Udara 328 Kostrad tahun 1985-1987.


Perjalanan Hidup Prabowo Subianto Yang Tak Banyak Diketahui
Prabowo Muda

Karier Prabowo ternyata tidak berhenti sampai di sini. Ia pun menjadi Komandan Batalyon Infanteri Lintas Udara 328 Kostrad pada tahun 1987 sampai tahun 1991, Kepala Staf Brigade Infanteri Lintas Udara 17/Kujang I/Kostrad tahun 1991-1993.

Komandan Group-3/Pusat Pendidikan Pasukan Khusus tahun 1993-1995, Wakil Komandan Komando Pasukan Khusus pada tahun 1994, Komandan Komando Pasukan Khusus tahun 1995-1996, hingga akhirnya ia berhasil menjadi Komandan Sekolah Staf dan Komando ABRI pada tahun 1998.

Menyikapi karier Prabowo yang cepat melejit ini, Soemitro, ayah Prabowo berkomentar, “Kenaikan pangkat yang cepat dari anak saya itu sudah jelas mengundang ketidaksenangan bagi beberapa orang. Kondisi kecemburuan seperti ini sudah merupakan sifat umum dari manusia dimana pun.”

Prabowo, Pemimpin yang Dicintai Prajurit
Pada tahun 1997, Prabowo dituduh mendalangi penculikan terhadap sejumlah aktivis pro-Reformasi. Dalam penculikan ini, setidaknya tiga belas orang dikabarkan hilang, termasuk di antaranya aktivis Herman Hendrawan, Petrus Bima, dan seniman teater rakyat Widji Thukul.

Penculikan ini dilakukan dalam tiga tahap, yaitu menjelang pemilu Mei 1997, menjelang pelaksanaan sidang MPR pada bulan Maret 1998, serta tepat menjelang pengunduran diri Presiden Soeharto pada tanggal 21 Mei 1998.

Terkait penculikan ini, Prabowo sendiri mengaku bahwa ia hanya memerintahkan Tim Mawar untuk menculik sembilan orang aktivis yang kesemuanya sudah dilepaskan kembali setelah diculik. Mereka adalah Desmond Junaidi Mahesa, Haryanto Taslam, Pius Lustrilanang, Faisol Reza, Rahardjo Walujo Djati, Nezar Patria, Aan Rusdianto, dan Mugianto dan Andi Arief.

Pada bulan Mei 1998, Prabowo dituduh akan melakukan kudeta dan menggerakkan tentara ke Jakarta dan sekitar kediaman Presiden Habibie. Karena tuduhan rencana kudeta tersebut, Prabowo diberhentikan (secara hormat) dari jabatannya sebagai Panglima Kostrad oleh Wiranto atas perintah Presiden Habibie.

Atas pemberhentian itu, Prabowo berkata, “Keputusan memecat saya adalah sah. Saya tahu banyak di antara prajurit saya akan melakukan apa yang saya perintahkan. Tetapi, saya tidak mau mereka mati berjuang demi jabatan saya. Saya ingin menunjukkan bahwa saya menempatkan kebaikan bagi negeri saya dan rakyat di atas posisi saya sendiri. Saya adalah seorang prajurit yang setia. Setia kepada negara, setia kepada republik.”

Mengasingkan Diri di Jerman dan Yordania
Berbagai tuduhan membuat Prabowo meninggalkan tanah air. Ia kemudian dikabarkan mengasingkan diri di Jerman dan Yordania. Di dua negara tersebut, Prabowo membangun bisnis bersama adiknya yang telah lama menggeluti dunia bisnis, Hashim Djojohadikusumo.

Berkali-kali Prabowo berniat untuk kembali ke tanah air. Namun, niatnya itu selalu diurungkan mana kala ia dinasehati oleh Ahmad Soemargono, ketua Komite Indonesia, dan Fadli Zon.

Kegiatan Prabowo selama di Jerman dan Yordania tak terpantau jelas oleh media Nusantara. Yang jelas, Prabowo mengatakan bahwa aktivitasnya adalah merintis bisnis keluarganya di bidang perdagangan umum.

Namun, di luar merintis bisnis, Prabowo juga dikabarkan mempunyai aktivitas memberi ceramah di sebuah sekolah komando angkatan bersenjata. Ini persis sebagaimana yang diberitakan oleh seorang wartawan Jerman, “Ia beberapa kali memberi ceramah di sebuah sekolah komando angkatan bersenjata di Jerman.”

Di Jerman, Prabowo juga dikabarkan memperoleh perlindungan istimewa dari pemerintah setempat. Setelah ditelusuri lebih lanjut, hal ini sepertinya ada kaitannya dengan aktivitasnya memberikan ceramah tersebut. Sementara itu, di Yordania, Prabowo juga mendapatkan perlindungan istimewa dari Raja Abdullah, Raja Yordania pada saat itu yang diketahui sebagai teman dekat Prabowo.

Di Yordania, Prabowo dikabarkan melatih tentara militer setempat.

Sekembalinya ke tanah air, Prabowo membeli sebagian saham PT Kertas Nusantara yang berlokasi di Mangkajang, Kalimantan Timur. PT. Kertas Nusantara pada mulanya adalah bernama Kiani Kertas. Perusahaan ini sebelumnya dimiliki oleh Bob Hasan. Kemudian, Prabowo membeli sahamnya menggunakan pinjaman senilai 1,8 triliun rupiah dari Bank Mandiri.

Selain memiliki PT. Kertas Nusantara, Prabowo juga diketahui memiliki perusahaan bernama Nusantara Group yang membawahi 27 perusahaan di dalam dan luar negeri. Perusahaan-perusahaan yang dimiliki Prabowo bergerak di bidang perkebunan, tambang, batu bara, dan kelapa sawit.

C. Perjalanan Karier Politik


Perjalanan Hidup Prabowo Subianto Yang Tak Banyak Diketahui
Prabowo

Di awal perjalanan politiknya, Prabowo bergabung dengan Partai Golkar, kemudian mencalonkan diri sebagai calon presiden dari Partai Golkar pada Konvensi Capres Golkar tahun 2004.

Usaha Prabowo untuk menjadi calon presiden dari Partai Golkar mendekati kemenangan. Namun ia harus merelakan mana kala ia hanya lolos sampai putaran akhir karena kalah dengan suara yang dimiliki Wiranto.

D. Prabowo Menjadi Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI)


Setelah kalah dengan suara yang dimiliki wiranto pada pencalonan presiden dari Partai Golkar, Prabowo tidak hanya diam. Ia lanjut mencalonkan diri sebagai Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI). Pada akhirnya, terpilihlah Prabowo sebagai ketua umum HKTI mengalahkan pesaing-pesaingnya seperti Ja’far Hafsah dan Setiawan Jodi. Prabowo kemudian resmi dilantik sebagai ketua HKTI pada tanggal 5 Desember 2004.

Selama menjadi ketua HKTI, Prabowo gencar tampil dalam iklan di televisi menyuarakan harapan masyarakat tani yang ingin hidupnya diperhatikan oleh pemerintah dan sejahtera, karena sebagaimana yang diketahui, bangsa Indonesia adalah bangsa yang kaya, terutama dalam bidang pertanian. Setelah sukses menjadi ketua HKTI, Prabowo melanjutkan untuk menjadi ketua Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI).

Hasil musyawarah nasional APPSI menyatakan bahwa Prabowo dipilih secara aklamasi sebagai ketua umum APPSI untuk periode 2008-2013. Prabowo pun dilantik sebagai ketua APPSI pada tanggal 6 Agustus 2008. Selama menjadi ketua APPSI, Prabowo gencar mengkritik kebijakan pemerintah terkait pembukaan supermarket hipermarket baru yang jaraknya tidak begitu jauh dengan pasar tradisional. Padahal, kebijakan ini sangat merugikan para pedagang pasar tradisional.

Disamping mengkritik, Prabowo juga menyuarakan agar pemerintah membatasi jumlah supermarket/hipermarket yang ada di kota-kota di seluruh Indonesia. Sebab, bagaimanapun, keberadaan lokasi perbelanjaan tersebut sangat merugikan pedagang pasar tradisional.

Dalam sebuah wawancaranya dengan wartawan, Prabowo berkata, “Selama ini,pedagang pasar tradisional selalu dianaktirikan, sehingga ketika pasar modern didirikan, para pemilik modal pedagang pasar harus rela dibubarkan karena ada pembongkaran.”

Selain menjadi ketua HKTI dan APPSI, Prabowo sekarang juga menjabat sebagai Ketua Umum Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) serta Presiden PERSILAT. Kecintaannya pada seni bela diri pencak silat dimulai sejak ia masuk Akademi Militer.

Saat menjabat sebagai Komandan KOPASSUS, seluruh pasukannya diwajibkan untuk berlatih silat. Selama menjadi Ketua Umum IPSI, tim nasional pencak silat Indonesia selalu juara umum di ajang internasional seperti SEA GAMES dan ASEAN Games. Salah satu cita-cita Prabowo adalah menjadikan pencak silat salah satu cabang olahraga yang dipertandingkan di Olimpiade.

E. Mendirikan Partai Gerindra dan Maju Sebagai Calon Presiden


Menjadi Ketua Umum HKTI menyadarkan Prabowo bahwa kemampuan organisasi advokasi untuk mewujudkan perubahan nyata sangat terbatas.

Akhirnya pada tahun 2008, Prabowo mendirikan partai yang diberinya nama Gerindra (Gerakan Indonesia Raya). Ketika pemilu legislatif tahun 2009 digelar, partai ini berhasil meloloskan wakilnya ke DPR karena berhasil meraih 4,2 persen suara.

Namun, keberhasilan ini rupanya tidak berhasil membawanya menjadi wakil presiden yang pada saat itu berpasangan dengan Megawati dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).

Kekalahan Prabowo dalam pemilu tahun 2009 rupanya tidak menyurutkan minatnya untuk maju lagi dalam pemilu 2014. Namun, kali ini ia tidak mencalonkan diri sebagai wakil presiden, melainkan sebagai calon presiden. Dalam pemilu 2014 ini, Prabowo diprediksi akan menjadi capres terkuat, melebihi Jokowi yang dicalonkan oleh PDIP.

Prediksi tersebut dihasilkan bukan tanpa survei, melainkan hasil survei dari sebuah majalah mingguan di Inggris, The Economist, dan jurnal di Amerika Serikat, The Wall Street Jurnal. Keduanya telah melakukan survei jauh-jauh hari dan hasilnya menempatkan Prabowo sebagai calon terkuat dan jauh mengungguli calon-calon dari partai lain.

Alasan Prabowo bisa menjadi capres terkuat nomor satu dalam pemilu 2014 adalah kepiawaiannya dalam merekrut tim sukses pemilu yang siap tempur dan siap bekerja keras. Selain itu, ia juga piawai dalam merekrut mantan-mantan jenderal yang satu visi dengannya, juga kumpulan aktivis ’98 yang selama ini keras berteriak mendukungnya, para petani yang terhimpun dalam HKTI, dan para pedagang pasar tradisional yang terhimpun dalam APPSI. Namun, hasil survei tersebut hanyalah prediksi. Hasilnya tentu dapat kita buktikan sendiri pada 9 Juli 2014.

F. Profil Lengkap Prabowo


Perjalanan Hidup Prabowo Subianto Yang Tak Banyak Diketahui
Prabowo dan Istri

Prabowo menikahi Titiek, putri Presiden Soeharto. Saat ini, Titiek sendiri menjadi anggota legislatif dari Partai Golongan Karya (Golkar).

Cinta pertama, cinta terakhir, sekaligus cinta sejati Prabowo adalah Titiek Soeharto, wanita yang dinikahinya saat aktif di dunia kemiliteran.

Siti Hediati Hariyadi, atau yang lebih dikenal dengan panggilan Titiek, lahir di Semarang, Jawa Tengah tanggal 14 April 1959.

Titiek adalah anak keempat dari pasangan Soeharto dan Siti Hartinah, yang lahir pada saat Soeharto menjabat sebagai Panglima Kodam Diponegoro.

Titiek menikah dengan Prabowo Subianto pada Mei 1983. Pasangan ini dikaruniai seorang putra bernama, Didiet Prabowo.

1. Biografi Prabowo


Nama Lengkap: Prabowo Subianto
Tempat dan Tanggal Lahir: Jakarta, 17 Oktober 1951
Agama: Islam

Pendidikan:

  • SD (Hongkong)
  • Victoria Institution (Malaysia)
  • International School (Swiss)
  • American School In London, United Kingdom
  • AKABRI Magelang

Kursus/Pelatihan:

  1. Kursus Dasar Kecabangan Infanteri (1974)
  2. Kursus Para Komando (1975)
  3. Jump Master / Instruktur Terjun Payung (1977)
  4. Kursus Perwira Penyelidik (1977)
  5. Free Fall / Terjun Bebas (1981)
  6. Counter Terorist Course, GSG-9 Germany (1981)
  7. Special Forces Officer Course, Ft. Benning USA (1981)

Jabatan:

  1. Komandan Peleton Para Komando Group-1 Kopassandha (1976)
  2. Komandan Kompi Para Komando Group-1 Kopassandha (1977)
  3. Wakil Komandan Detasemen-81 Kopassus (1983-1985)
  4. Wakil Komandan Batalyon Infanteri Lintas Udara 328 Kostrad (1985-1987)
  5. Komandan Batalyon Infanteri Lintas Udara 328 Kostrad (1987-1991)
  6. Kepala Staf Brigade Infanteri Lintas Udara 17/Kujang I/Kostrad (1991-1993)
  7. Komandan Group-3/Pusat Pendidikan Pasukan Khusus (1993-1995
  8. Wakil Komandan Komando Pasukan Khusus (1994)
  9. Komandan Komando Pasukan Khusus (1995-1996
  10. Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus (1996-1998)
  11. Panglima Komando Cadangan Strategi TNI Angkatan Darat (1998)
  12. Komandan Sekolah Staf dan Komando ABRI (1998)
  13. Ketua Umum HKTI Periode 2004-2009
  14. Ketua Umum HKTI Periode 2010-2015
  15. Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Indonesia (PB IPSI) Periode 2001-2011
  16. Komisari Perusahaan Migas Karazanbasmunai di Kazakhstan
  17. Komisaris Utama PT Tidar Kerinci Agung
  18. Presiden dan CEO PT Nusantara Energy
  19. Presiden dan CEO PT Jaladri Nusantara
  20. Dewan Penasihat Organisasi Kosgoro
  21. Ketua Yayasan Pendidikan Kebangsaan (Universitas Kebangsaan)
  22. Pendiri Koperasi Swadesi Indonesia (KSI)

Penghargaan:

  • Bintang Kartika Eka Paksi Naraya
  • Satya Lencana Kesetiaan XVI Tahun
  • Satya Lencana Seroja Ulangan-III
  • Satya Lencana Raksaka Dharma
  • Satya Lencana Dwija Sistha
  • Satya Lencana Wira Karya
  • The First Class The Padin Medal Ops Honor dari Pemerintah Kamboja
  • Bintang Yudha Dharma Naraya

G. Beberapa Prestasi Yang Pernah Diraih Prabowo.


Beberapa Prestasi Yang Pernah Diraih Prabowo Yang Kami Ketahui.  Sebagai warga negara yang peduli, pada usia yang sangat muda (16 tahun) Prabowo turut mendirikan lembaga swadaya masyarakat pertama di Indonesia bernama Lembaga Pembangunan. Di Lembaga Pembangunan, Prabowo bersama Soe Hok Gie, Jusuf Abraham Rawis dan aktivis lainnya mengorganisir mahasiswa Indonesia untuk turut serta dalam menjalankan berbagai usaha-usaha kerakyatan diantaranya pembangunan infrastruktur desa.  Sebagai prajurit KOPASSUS, Prabowo berhasil mengamankan Presiden Fretilin, Nicolau Lobato, dalam operasi penangkapan pada tanggal 31 Desember 1978. Waktu itu, Prabowo Subianto bertindak sebagai kapten yang memimpin 28 pasukan elit.  Sebagai prajurit KOPASSUS, Prabowo nerhasil memimpin operasi penyelamatan peneliti Ekspedisi Lorentz 95 yang disekap oleh Organisasi Papua Merdeka dalam operasi pembebasan sandera mapenduma pada tahun 1996. Waktu itu, Prabowo Subianto bertindak sebagai komandan. Prabowo membuktikan kepada konsultan-konsultan militer dari Delta Force Amerika dan SAS Inggris bahwa misi penyelamatan yang mereka vonis “mission impossible” dapat diselesaikan dengan baik oleh KOPASSUS.  Sebagai prajurit KOPASSUS, tim Prabowo berhasil mengibarkan bendera merah putih di puncak tertinggi dunia, Gunung Everest, di kawasan Himalaya pada tanggal 26 April 1997. Waktu itu, Prabowo Subianto bertindak sebagai pemrakarsa yang memimpin tim yang terdiri dari anggota Kopassus, Wanadri, FPTI, dan mapala UI untuk mendaki puncak Everest. Maka, Indonesia berhasil menjadi negara pertama di kawasan tropis sekaligus negara pertama di Asia Tenggara yang mencatat sukses menggapai puncak Everest.  Prabowo berhasil mengharumkan nama Kopassus di dunia internasional dengan berbagai prestasinya, sehingga KOPASSUS diakui sebagai salah satu pasukan elit terbaik dunia, memiliki kesejahteraan yang paling baik dibandingkan satuan lainnya dan juga memiliki kelengkapan militer yang dapat disejajarkan dengan satuan elite militer dunia.  Selaku pembina olahraga polo berkuda di Indonesia, pada Januari 2014 Prabowo telah berhasil menjadikan tim polo berkuda Indonesia menjuarai Kejuaraan Polo Berkuda se-Asia. Tim nasional Indonesia yang terdiri dari putera-putera petani berhasil mengalahkan tim nasional India, Cina, dan Korea Selatan yang diwakili oleh putera-putera raja-raja.  Selama menjabat sebagai Ketua Umum IPSI, prestasi tim nasional pencak silat Indonesia selalu berkibar di kejuaraan internasional. Selama 20 tahun terakhir, Prabowo memastikan tim nasional pencak silat mendapat pendidikan terbaik, latihan tanding terbaik, dan fasilitas pelatnas terbaik. Bahkan, Prabowo mengawasi langsung latihan dengan menjadikan rumahnya tempat latihan silat.  Sebagai Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Prabowo menjadikan Gerindra alat politik bagi putera-puteri terbaik bangsa seperti Basuki T Purnama (Ahok), M. Ridwan Kamil, dan Bima Arya Sugiarto untuk maju di pilkada dan memimpin daerahnya. Ketiganya sekarang diakui sebagai pemimpin yang berhasil membawa perubahan nyata di provinsi DKI Jakarta, kota Bandung dan kota Bogor. Prestasi Ahok, Ridwan Kamil dan Bima Arya juga adalah prestasi Prabowo.  Selaku warga negara biasa yang terdorong untuk membantu sesama warga negara, Prabowo pernah membantu kepulangan 200 BMI yang mengalami kesulitan di Yordania. Prabowo juga pernah membebaskan seorang BMI korban perdagangan manusia asal NTT, Wilfrida Soik di Malaysia dari tuntutan mati di Pengadilan Kelantan dengan merangkul pengacara terbaik Malaysia Tan Sri Dr. Muhammad Shafee Abdullah.  Sebagai warga negara biasa yang peduli, selama enam tahun terakhir Prabowo konsisten menyelenggarakan Piala Garuda – turnamen sepakbola tingkat nasional untuk kelompok usia U-12, U14 dan U16. Piala Garuda telah berhasil meluluskan beberapa orang pemain ke tim nasional U-19, tim yang telah berhasil mengharumkan nama bangsa di berbagai ajang internasional. Adalah cita-cita Prabowo agar tim nasional Indonesia suatu hari dapat bertanding dan memenangkan piala dunia.  Sebagai warga negara yang peduli dan memahami pentingnya pendidikan, Prabowo mengelola beasiswa penuh hingga tingkat mahasiswa untuk seluruh warga yang membutuhkan yang tinggal di sekitar rumahnya di Desa Bojong Koneng, Megamendung, Kabupaten Bogor.  Sebagai warga negara yang peduli dan memahami pentingnya pendidikan, Prabowo bersama Prof. Yohanes Surya menyelenggarakan Olimpiade Fisika Tingkat Asia (APHO). Dalam kompetisi ini, Prabowo bersama Prof. Yohanes Surya membuktikan bahwa setiap anak bangsa yang mendapatkan kesempatan untuk belajar dengan baik dapat berprestasi di tingkat internasional.
Prabowo Muda

Sebagai warga negara yang peduli, pada usia yang sangat muda (16 tahun) Prabowo turut mendirikan lembaga swadaya masyarakat pertama di Indonesia bernama Lembaga Pembangunan. Di Lembaga Pembangunan, Prabowo bersama Soe Hok Gie, Jusuf Abraham Rawis dan aktivis lainnya mengorganisir mahasiswa Indonesia untuk turut serta dalam menjalankan berbagai usaha-usaha kerakyatan diantaranya pembangunan infrastruktur desa.

Sebagai prajurit KOPASSUS, Prabowo berhasil mengamankan Presiden Fretilin, Nicolau Lobato, dalam operasi penangkapan pada tanggal 31 Desember 1978. Waktu itu, Prabowo Subianto bertindak sebagai kapten yang memimpin 28 pasukan elit.

Sebagai prajurit KOPASSUS, Prabowo nerhasil memimpin operasi penyelamatan peneliti Ekspedisi Lorentz 95 yang disekap oleh Organisasi Papua Merdeka dalam operasi pembebasan sandera mapenduma pada tahun 1996. Waktu itu, Prabowo Subianto bertindak sebagai komandan. Prabowo membuktikan kepada konsultan-konsultan militer dari Delta Force Amerika dan SAS Inggris bahwa misi penyelamatan yang mereka vonis “mission impossible” dapat diselesaikan dengan baik oleh KOPASSUS.

Sebagai prajurit KOPASSUS, tim Prabowo berhasil mengibarkan bendera merah putih di puncak tertinggi dunia, Gunung Everest, di kawasan Himalaya pada tanggal 26 April 1997. Waktu itu, Prabowo Subianto bertindak sebagai pemrakarsa yang memimpin tim yang terdiri dari anggota Kopassus, Wanadri, FPTI, dan mapala UI untuk mendaki puncak Everest. Maka, Indonesia berhasil menjadi negara pertama di kawasan tropis sekaligus negara pertama di Asia Tenggara yang mencatat sukses menggapai puncak Everest.

Prabowo berhasil mengharumkan nama Kopassus di dunia internasional dengan berbagai prestasinya, sehingga KOPASSUS diakui sebagai salah satu pasukan elit terbaik dunia, memiliki kesejahteraan yang paling baik dibandingkan satuan lainnya dan juga memiliki kelengkapan militer yang dapat disejajarkan dengan satuan elite militer dunia.

Selaku pembina olahraga polo berkuda di Indonesia, pada Januari 2014 Prabowo telah berhasil menjadikan tim polo berkuda Indonesia menjuarai Kejuaraan Polo Berkuda se-Asia. Tim nasional Indonesia yang terdiri dari putera-putera petani berhasil mengalahkan tim nasional India, Cina, dan Korea Selatan yang diwakili oleh putera-putera raja-raja.

Selama menjabat sebagai Ketua Umum IPSI, prestasi tim nasional pencak silat Indonesia selalu berkibar di kejuaraan internasional. Selama 20 tahun terakhir, Prabowo memastikan tim nasional pencak silat mendapat pendidikan terbaik, latihan tanding terbaik, dan fasilitas pelatnas terbaik. Bahkan, Prabowo mengawasi langsung latihan dengan menjadikan rumahnya tempat latihan silat.

Sebagai Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Prabowo menjadikan Gerindra alat politik bagi putera-puteri terbaik bangsa seperti Basuki T Purnama (Ahok), M. Ridwan Kamil, dan Bima Arya Sugiarto untuk maju di pilkada dan memimpin daerahnya. Ketiganya sekarang diakui sebagai pemimpin yang berhasil membawa perubahan nyata di provinsi DKI Jakarta, kota Bandung dan kota Bogor. Prestasi Ahok, Ridwan Kamil dan Bima Arya juga adalah prestasi Prabowo.

Selaku warga negara biasa yang terdorong untuk membantu sesama warga negara, Prabowo pernah membantu kepulangan 200 BMI yang mengalami kesulitan di Yordania. Prabowo juga pernah membebaskan seorang BMI korban perdagangan manusia asal NTT, Wilfrida Soik di Malaysia dari tuntutan mati di Pengadilan Kelantan dengan merangkul pengacara terbaik Malaysia Tan Sri Dr. Muhammad Shafee Abdullah.

Sebagai warga negara biasa yang peduli, selama enam tahun terakhir Prabowo konsisten menyelenggarakan Piala Garuda – turnamen sepakbola tingkat nasional untuk kelompok usia U-12, U14 dan U16. Piala Garuda telah berhasil meluluskan beberapa orang pemain ke tim nasional U-19, tim yang telah berhasil mengharumkan nama bangsa di berbagai ajang internasional. Adalah cita-cita Prabowo agar tim nasional Indonesia suatu hari dapat bertanding dan memenangkan piala dunia.

Sebagai warga negara yang peduli dan memahami pentingnya pendidikan, Prabowo mengelola beasiswa penuh hingga tingkat mahasiswa untuk seluruh warga yang membutuhkan yang tinggal di sekitar rumahnya di Desa Bojong Koneng, Megamendung, Kabupaten Bogor.

Sebagai warga negara yang peduli dan memahami pentingnya pendidikan, Prabowo bersama Prof. Yohanes Surya menyelenggarakan Olimpiade Fisika Tingkat Asia (APHO). Dalam kompetisi ini, Prabowo bersama Prof. Yohanes Surya membuktikan bahwa setiap anak bangsa yang mendapatkan kesempatan untuk belajar dengan baik dapat berprestasi di tingkat internasional.

Artikel: Dirangkum dari berbagai sumber.

Kebijaksanaan tidak tumbuh dengan serta merta.

Buka Komentar

Comment Policy : Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
EmoticonEmoticon