Monday, August 07, 2017

Kupas Tuntas Misteri Segitiga Bermuda

Kupas Tuntas Misteri Segitiga Bermuda

Tags

Kupas Tuntas Misteri Segitiga Bermuda
Lokasi Segitiga Bermuda

Segitiga Bermuda selama ini menjadi perbincangan dunia. Bukan sebagai destinasi wisata, namun karena banyak kasus orang hilang dan fenomena aneh lainnya. Bertahun-tahun, para peneliti berusaha mencari jawabannya, namun belum berhasil. Kini, mulai ditemukan titik terang.

Segitiga Bermuda (Bermuda Triangle) adalah wilayah di Samudra Atlantik seluas 1,5 juta mil2 atau 4 juta km2 yang membentuk garis segitiga antara Bermuda, wilayah teritorial Britania Raya sebagai titik di sebelah utara, Puerto Riko, teritorial Amerika Serikat sebagai titik di sebelah selatan dan Miami, negara bagian Florida, Amerika Serikat sebagai titik di sebelah barat. Segitiga Bermuda terkenal dengan berbagai cerita misteri menghilangnya banyak kendaraan yang melintas melewatinya.

Sejak tahun 1851, di kawasan tersebut kerap dilaporkan sejumlah peristiwa misterius. Mulai dari kapal hilang, pesawat hilang, gangguan penerbangan, dan lain-lain. Kasus orang hilang saat berada di kapal yang melintasi wilayah ini juga pernah dilaporkan. Bahkan hingga detik ini, segitiga bermuda, masih mendapat julukan sebagai lokasi yang paling misterius di dunia.

Selama bertahun-tahun, orang-orang berasumsi mengenai penyebab misteri tersebut, ada yang menyangkutpautkan dengan kejadian supranatural, relijius, ekstraterestrial dan masih banyak lagi.

International Business Times menyebut, setidaknya ada 8.127 orang yang hilang di kawasan Segitiga Bermuda. Angka itu dihitung sejak abad ke-19. Belum jelas bagaimana perincian peristiwanya. Tercatat, rata-rata empat pesawat terbang dan 20 kapal menghilang di perairan Segitiga Bermuda setiap tahunnya.

Kupas Tuntas Misteri Segitiga Bermuda
Bangkai Kapal Yang Tenggelam

A. Peristiwa Paling Menggemparkan Tentang Segitiga Bermuda.


Peristiwa yang paling heboh adalah hilangnya lima pesawat perang milik AS Flight 19 yang membawa torpedo pada Desember 1945 lalu.

Pesawat itu tengah menjalani latihan dan terbang di sekitar Bermuda, lalu tiba-tiba hilang dari radar. Tak ada kabar dari pesawat itu. Pencarian besar-besaran dilakukan, tapi pesawat lenyap tak berbekas. Dugaan sementara, pesawat kehabisan bahan bakar dan jatuh ke lautan. Namun serpihan atau jenazahnya tak pernah benar-benar ditemukan.

Tak hanya Flight 19 saja, berlanjut setelah tahun 1945 itu, sebuah pesawat berpenumpang 32 orang juga lenyap misterius kala melintas di Segitiga Bermuda. Ke mana pesawat-pesawat itu menghilang, masih menjadi misteri.

Bertahun-tahun, spekulasi bermunculan soal fenomena di Segitiga Bermuda. Ada yang mengaitkannya dengan peristiwa alam, fenomena gaib, makhluk misterius, sampai alien. Semua yang mengemukakan teori itu punya argumen dan bukti tersendiri. Namun tak ada yang benar-benar diakui secara global.

B. Spekulasi Yang Beredar di Masyarakat Tentang Kecelakaan di Segitiga Bermuda.


1. Kuburan Kapal di Dasar Laut


Sudah banyak kejadian kapal laut yang mendadak hilang di segitiga bermuda? Segitiga bermuda juga disebut sebagai kuburan bagi para kapal karena ada lebih dari 300 bangkai kapal di dasar lautnya. Saking banyaknya, para penyelam bisa berenang di antara kapal-kapal karam tersebut. Salah satu bangkai kapal yang ditemukan adalah Cristobal Calon, kapal yang kandas pada tahun 1936 dalam rute perjalanan New York ke Amerika Tengah.

2. Adanya Gas Metana Di Area Tersebut


Kupas Tuntas Misteri Segitiga Bermuda
Gas Metana Didasar Laut

Pada tahun 1981, Badan Penyelidikan Geologi Amerika Serikat mengeluarkan teori ilmiah tentang adanya gas metana di wilayah segitiga bermuda. Itulah kenapa banyak pesawat terbang dan kapal laut yang lenyap secara misterius. Katanya, gelembung gas metana yang muncul di permukaan air bisa menurunkan gaya apung di lautan. Kapal-kapal pun nggak bisa mengambang dan jadi tenggelam ke dasar laut.

3. Kecelakaan Yang Terjadi di Sana Akibat Human Error.


Meski dikenal dengan reputasinya yang menakutkan, Segitiga Bermuda tetap menjadi bagian dari jalur lintas bagi kapal dan pesawat yang melintasi wilayah tersebut. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa peristiwa-peristiwa yang terjadi di Segitiga Bermuda sebenarnya merupakan kesalahan manusia sendiri, ditambah dengan cuaca yang buruk. Bahkan, sebetulnya jumlah peristiwa yang terjadi di Segitiga Bermuda sama aja dengan daerah-daerah lain.

4. Cerita Christoper Columbus


Kupas Tuntas Misteri Segitiga Bermuda
Ilustrasi Columbus

Misteri mengenai segitiga bermuda ternyata sudah muncul sejak tahun 1492. Saat itu, Christopher Columbus sedang berlayar ke Amerika melintasi Segitiga Bermuda. Jarum kompasnya beberapa kali berubah-ubah, padahal cuaca sedang dalam keadaan baik. Pada suatu malam, awak kapalnya dikejutkan dengan terjunnya bola-bola api ke dalam laut. Namun, banyak orang menganggap Christopher Columbus beruntung karena kapalnya nggak sampai ditelan lautan.

5. Adanya Gelombang Gulf Stream Disana


Kupas Tuntas Misteri Segitiga Bermuda
Gelombang Gulf

Terletak di kawasan perairan Atlantik, Segitiga Bermuda bisa ditemukan di antara titik-titik Miami, Bermuda, dan Puerto Rico. Posisi tersebut memang membuat segitiga bermuda sering mengalami badai yang nggak terduga. Hal tersebut disebabkan oleh adanya gelombang gulf stream yang arusnya mampu menelan serpihan pesawat beserta para penumpangnya. Kedalaman laut Segitiga Bermuda yang mencapai 33.000 meter juga bisa menelan kapal-kapal besar.

6. Fenomena Killer clouds.


Bersamaan dengan 2016 yang diwarnai kemunculan "killer clowns" (badut-badut pembunuh),ditemukan juga "killer clouds" (awan-awan pembunuh). Itulah yang dipercaya kebanyakan ilmuwan telah menenggelamkan dan menghancurkan banyak kapal serta pesawat di daerah misterius tersebut. 

Para peneliti menyebutkan bahwa killer clouds yang berbentuk heksagonal itu dapat berkumpul dan membentuk segitiga besar Bermuda itu. Selain berpenampilan mengerikan, kekuatan killer clouds juga sangat mengerikan.

Fenomena killer clouds dapat menyebabkan angin mematikan berkecepatan 273,6 km/jam yang mereka deskripsikan sebagai bom udara. Mereka percaya bahwa ledakan-ledakan brutal udara tersebut lah yang mampu membalik kapal dan bahkan menenggelamkan pesawat ke dalam laut.

Laporan menyebutkan bahwa awan-awan raksasa ini seringkali muncul di atas ujung Barat segitiga Bermuda dan terbentuk sepanjang 32 hingga 89 km. Secara rata-rata, penampilan awan-awan tersebut sangat mengerikan.

C. Penjelasan Peniliti Tentang Keberadaan Segitiga Bermuda.


Para peneliti telah menemukan penjelasan yang lebih logis dan terkait misteri di Segitiga itu. Para peneliti telah menemukan kawah bawah laut yang sangat besar di perairan tersebut.

Ini, menurut mereka, bisa menjadi jawaban terkait kondisi kapal dan pesawat yang hilang, hancur berkeping-keping serta karam di bawah laut.

Menurut peneliti, kawah dengan lebar setengah mil dan kedalaman 150 kaki di Laut Barents itu diduga terbentuk karena penumpukan gas metana. Lokasinya diketahui di lepas pantai Norwegia, negara yang dikenal kaya dengan cadangan gas alamnya.

Para ilmuwan mengatakan, metana itu kemungkinan bocor di bawah laut. Lalu, menurut para ilmuwan, gas tersebut menciptakan rongga yang akhirnya meledak setelah tekanan terlalu tinggi.

Nah, peristiwa ini bisa memicu ledakan gas yang sangat dahsyat. Hal ini bisa membuat kapal gagal melintas saat berada di ledakan mencapai puncaknya.

“Mereka mulai aktif mengurai metana dari es menjadi gas. Ini terjadi seperti longsor salju, seperti reaksi nuklir yang menghasilkan gas dalam jumlah besar,” tutur ilmuwan yang enggan disebutkan namanya seperti dilansir Daily Express.

“Peristiwa membuat air laut memanas dan kapal karam di air yang bercampur dengan kadar gas yang cukup besar,” lanjutnya.

Ilmuwan meyakini kawah raksasa tersebut merupakan salah satu lokasi terbesar kebocoran gas di laut dangkal Arktik.

Sebelumnya, teori serupa telah dikatakan oleh para ahli pada 2010. Profesor Joseph Monaghan meneliti hipotesis itu ditemani David May di Monash University, Melbourne, Australia.

Mereka mengatakan balon-balon raksasa gas metana keluar dari dasar laut yang menyebabkan sebagian besar--tidak semua, kecelakaan misterius di lokasi itu terjadi.

Ilmuwan Rusia pada 2014 juga melontarkan hal yang sama. Ilmuwan Rusia, Igor Yeltsov, mengatakan gas metan dalam jumlah masif yang terlepas di langit Segitiga Bermuda dapat membuat lapisan udara sangat tidak stabil. Karenanya, bukan hal yang mustahil bila pesawat-pesawat banyak yang jatuh di area itu.

Landasan laut ini memiliki banyak anomali magnetik yang dapat menyesatkan pembacaan kompas. Stok gas metana beku yang masif di dasar laut dangkal tersebut bisa meledak dengan kuat dan semburan gas metananya mampu menenggelamkan kapal besar.

Perairan ini juga rentan terhadap waterspouts, yakni putaran angin yang menyedot air dari laut menuju awan. Kecepatan angin beliung ini bisa mencapai lebih dari 190 kilometer per jam dan umumnya terjadi selama musim panas. Saat musim panas, mungkin ada 400-500 waterspouts setiap tahun.

Ada juga berbagai laporan penampakan UFO di Segitiga Bermuda. Seorang veteran Angkatan Laut Amerika Serikat mengklaim melihat lima UFO pada musim panas 1971.

Meski begitu, penelitian ini belum tentu bisa menjawab keseluruhan misteri di Segitiga Bermuda. Guardian melansir, kawah di dasar laut itu tidak akan memberi jawaban soal pesawat-pesawat yang hilang misterius di udara. Tak hanya itu, kasus hilangnya kapal di Bermuda juga tak sepele. Sebab, ada orang-orang yang hilang dari atas kapal, namun bukan seisi kapal.

D. Kemunculan Pulau Misterius di Area Segitiga Bermuda.



Kupas Tuntas Misteri Segitiga Bermuda
Pulau Baru Segitiga Bermuda

Sebuah pulau misterius tiba-tiba muncul di tengah-tengah perairan Segitiga Bermuda, atau tepatnya di sekitar Cape Point di Buxton, Carolina Utara. Pulau berbentuk bulan sabit ini muncul ke permukaan pada musim semi.

Penduduk lokal menjuluki pulau tersebut dengan sebutan Pulau Sally karena banyak kerang terdampat di sekitar pantai. Pulau yang terdiri dari gundukan pasir itu diperkirakan memiliki panjang sekitar 1 mil dan lebarnya sekitar 400 kaki.

Dave Hallac, inspektur Cape Hatters National Seashore, yang mengawasi daerah Cape Point, sudah memperingatkan orang-orang untuk tidak mengunjungi pulau tersebut dan berenang di sekitarnya karena memiliki arus yang sangat kuat.

Sementara Bill Smith, presiden Asosiasi Beach Buggy Carolina Utara, mengatakan bahwa akan ada banyak bahaya di sekitar pulau tersebut.

"Hiu sepanjang lima kaki, dan ikan pari sebesar gagang truk telah terlihat berkeliaran di bawah permukaan," ujar Bill Smith.

"Kami khawatir tentang gigitan ikan hiu, tapi kami lebih khawatir tentang tenggelam," tambahnya.

Meski sudah ada peringatan untuk tidak berkunjung ke pulau baru ini, tapi masih ada saja beberapa orang yang nekat mengunjungi pulau ini hanya untuk sekedar berkunjung, memancing, berfoto, dan mengumpulkan kerang. Pulau ini muncul di perairan Segitiga Bermuda atau juga dikenal dengan julukan Segitiga Setan.

Itulah penjelasan singkat tentang misteri segitiga bermuda smoga rasa penasaran pembaja jadi berkurang setelah membaca ulasan ini. Indonesia juga memiliki kawasan angker yang dinilai mirip dengan Segitiga Bermuda.

Banyak orang mengenalnya dengan kawasan Segitiga Masalembo, sebuah garis khayal yang menghubungkan Pulau Bawean, Kota Majene, dan Kepulauan Tengah yang berada di Laut Jawa dan termasuk wilayah perairan Masalembo. Beberapa kecelakaan transportasi laut dan udara pernah terjadi di kawasan tersebut.

Kebijaksanaan tidak tumbuh dengan serta merta.

Buka Komentar

Comment Policy : Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
EmoticonEmoticon