Thursday, August 03, 2017

Bekam Terapi Pengobatan Cara Islami

Bekam Terapi Pengobatan Cara Islami

Tags

Bekam Terapi Pengobatan Cara Islami
Teknik Bekam

RancaxBekam merupakan salah satu pengobatan alternatif tertua yang pernah ada dan dipercaya dapat menyembuhkan berbagai penyakit. Berdasarkan sejarahnya, terapi bekam berasal dan berkembang pertama kali di Mesir, China, dan Timur Tengah. Salah satu buku kedokteran tertua di dunia, Ebers Papyrus, menggambarkan bahwa orang Mesir kuno menggunakan terapi ini pada tahun 1550 sebelum Masehi.

Sedangkan menurut wikipedia Bekam (Arab: الحجامة; al-hijamah) adalah metode pengobatan dengan cara mengeluarkan darah statis (kental) yang mengandung toksin dari dalam tubuh manusia. Berbekam dengan cara melakukan pemvakuman di kulit dan pengeluaran darah darinya.

Para pendukung terapi ini percaya bahwa isapan dengan mangkuk tersebut bisa memperlancar aliran darah untuk mendorong penyembuhan sejumlah penyakit. Namun secara umum, seperti dikutip WebMD, komunitas kedokteran barat meragukan klaim kesehatan yang disampaikan para pendukung tersebut.

Secara bahasa bekam adalah teknik terapi pengobatan dengan jalan membuang darah kotor ( sel darah yang telah rusak ) dari dalam tubuh melalui permukaan kulit dengan sayatan pisau atau jarum steril.

Perkataan Al Hijamah berasal dari istilah bahasa arab Hijamah yang berarti pelepasan darah kotor. Sedangkan dalam bahasa Inggris disebut dengan cupping, dan dalam bahasa melayu dikenal dengan istilah bekam. Di Indonesia dikenal pula dengan istilah kop atau cantuk.

Sejarah bekam dimulai pada zaman Rasulullah, ini bisa dibuktikan pada salah satu hadist dari Ibnu Umar, r.a bahwa Rasulullah SAW, bersabda:

“Tidaklah aku melalui satu dari langit-langit yang ada melainkan Para Malaikat, mengatakan: “Hai Muhammad, perintahkan umatmu untuk berbekam. Karena sebaik-baik sarana yang kalian pergunakan untuk berobat adalah bekam, al-kist (cendana india) dan syuniz (jintan hitam)”.

Bekam dipercaya dan terbukti mempunyai manfaat dan dapat mengobati berbagai macam penyakit dengan metode pengobatan menggunakan sarana cawan, kop, tabung, atau bambu yang prosesnya diawali dengan melakukan pengekopan ( membuat tekanan negatif dalam cawan, kop, tabung, atau bambu).

Dengan melakukan penghisapan atau vakumisasi maka terbentuklah tekanan negatif didalam cawan/ kop, sehingga terjadi drainase cairan tubuh berlebih (darah kotor) yang diikuti toksin, menghilangkan perlengketan / adhesi jaringan ikat dan akan mengalirkan darah “bersih” ke permukaan kulit dan jaringan otot yang mengalami stagnasi serta merangsang sistem syaraf perifer.

Menimbulkan efek analgetik, anti bengkak, mengusir patogen angin dingin maupun angin lembab, mengeluarkan racun, serta oxidant dalam tubuh. Pada teknik bekam basah, setelah terjadi bendungan lokal, prosesnya dilanjutkan dengan penyayatan permukaan kulit memakai pisau bedah atau penusukan jarum bekam agar darah kotor bisa dikeluarkan.

Secara teori manfaat ber Bekam dalam membantu proses penyembuhan dikarenakan dalam berbekam terdapat setidaknya 3 faktor "penyembuh", yaitu :

Tiga faktor penyembuhan terapi bekam


1. Pengeluaran darah kotor atau darah yang berpotensi mengandung toksin.


Dengan dikeluarkannya toksin dan sel darah yang rusak atau tidak bagus kinerjanya maka tubuh akan lebih segar dan sehat.

2. Perbaikan fungsi organ tubuh.


Organ tubuh yang terganggu fungsinya akan disembuhkan dengan cara perbaikan jaringan dan sel yang ada padanya sehingga bisa berfungsi dan sehat kembali.

3. Penambahan antibodi tubuh.


Organ tubuh yang terinfeksi kuman penyakit dapat sembuh secara alami karena tubuh memproduksi zat antibodi yang bisa membunuh kuman penyakit yang merugikan. Jika organ tubuh sudah bebas dari infeksi penyakit maka tubuh pun akan sehat lagi.

Metode dalam melakukan pengobatan Bekam


Setiap terapis bisa menguasai satu atau dua jenis metode bekam. Pada dasarnya orang yang ingin mendapatkan bekam juga bisa memilih metode yang paling nyaman. Jenis metode bekam antaralain adalah:


1. Bekam Kering



Bekam kering dilakukan dengan membuat titik panas yang dimasukkan dalam cawan atau gelas bekam. Terapis akan memasukkan kapas yang sudah dibakar kemudian mematikannya dengan cepat sebelum cawan menempel pada kulit. Bekam ini akan membuat kulit Anda menjadi tertarik ke gelas. Efek tarikan kulit ke bagian dalam gelas akan membuat Anda merasa lebih nyaman dan santai.

2. Bekam Basah


Bekam basah dilakukan persis seperti pada bekam kering. Namun biasanya bekam tidak menggunakan kapas yang dibakar dalam cawan. Cawan akan ditempatkan di titik tubuh tertentu kemudian akan ditarik dengan pompa penghisap.

Setelah kulit menjadi lebih santai maka cawan akan dilepaskan dan diterapkan pensil jarum atau silet untuk membuat jalan keluar darah pada titik bekam. Setelah itu cawan akan ditempatkan kembali dan udara ditarik dari bagian atas cawan. Tarikan udara akan membuat darah kental keluar dari luka kecil yang sudah dibuat.

Bekam Menurut Penelitian medis


Manfaat bekam ternyata telah diteliti oleh kalangan medis. Tetapi menurut kajian medis manfaat dan cara kerja bekam tidak berkaitan dengan darah kotor atau “mengelurkan angin” seperti dianalogikan oleh masyarakat non medis.

Menurut dunia medis “darah kotor” atau racun dalam darah tidak dapat hanya dibuang dengan mengeluarkan hanya sebagian kecil dalam darah seperti yang dilakukan saat bekam. Padahal racun dalam darah beredar di seluruh tubuh. Sebenarnya sevcara alamiah fungsi detoksifikasi atau pengeluaran racun dapat dilakukan oleh organ ginjal dan hati.

Hati merupakan kelenjar terbesar di dalam tubuh yang berfungsi sebagai alat ekskresi atau pengeluaran racun. Hal ini dikarenakan hati membantu fungsi ginjal dengan cara memecah beberapa senyawa yang bersifat racun dan menghasilkan amonia, urea, dan asam urat dengan memanfaatkan nitrogen dari asam amino.

Ginjal adalah organ yang berfungsi menyaring kotoran (terutama urea) dari darah dan membuangnya bersama dengan air dalam bentuk urin. Proses pemecahan senyawa racun oleh hati disebut proses detoksifikasi. Semua darah yang beredar dalam tubuh manusia akan melalui 2 organ besar tersebut yang dapat dilakukan penyarigan racun dan dikeluarkan oleh tubuh. Bila hati atau ginjal rusak maka penyaringan racun tersebut dilakukan dengan memakai alat hemodialisis atau cuci ginjal.

Terapi alternatif ini telah dilakukan penelitian oleh beberapa peneliti diantaranya oleh Saad A Al Saedi. Dr. Saad A. AL-Saedi dari Medicine College, Departement Pediatric telah melaporkan penelitiannya dlam sebiah jurnal yang berjudul , Molecular Aspects of Cupping Therapy: Relationship to Immune Functions in Patients with Chronic HCV Infection (Phase two).

Peneliti tersebut mengamati terapi bekam berkaitan dengan fungsi Imun iB pasien Artikel Baru infeksi Hepatitis C Kronik. Penelitian tersebut membandingkan pasien HCV yang menjalani cupping (bekam) dengan kelompok kobtrol degan mengamati (sel darah putih) CBC, fungsi hati dan respon imun. Efek respon imun pengobatan bekam diamati pada MDA, IL–1ß, dan cAMP.

Hasil penelitian ini menunjukkan perbaikan yang signifikan dalam enzim hati (ALT yaitu) setelah dilakukan bekam berulang, dan juga dalam mengurangi MDA radikal bebas serta cAMP, yang keduanya dicurigai perubahan hati patologis yang menyertai infeksi HCV. Di sisi lain, hasil penelitian menunjukkan efek cupping pada peningkatan IL–1ß yang memicu kaskade imunostimulasi sekunder untuk radang, dengan mengaktifkan T–limfosit dan sel-B bersama dengan mengaktifkan molekul adhesi dan sitokin lain.

Hasil menunjukkan juga terus meningkatkan jumlah trombosit pada cupping diulang. Meskipun tidak ada perubahan signifikan pada jumlah WBC diamati, jumlah limfosit meningkat bahkan di atas tingkat kontrol, yang mungkin mencerminkan sistem kekebalan tubuh ditingkatkan sekunder pengurangan diamati dalam viral load. Bekam juga meningkat kadar hemoglobin sekitar nilai kontrol.

Tindakan terapi cupping juga dikaitkan dengan penurunan yang signifikan dalam viral load RNA HCV menggunakan teknik PCR. Secara keseluruhan, hasil ini menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam respon kekebalan setelah bekam berulang dan kemudian penurunan yang signifikan dalam replikasi virus dalam sampel darah yang diambil dari pasien-pasien ini.

Dr. Wadda’ A. Umar mengungkapkan teori kedokteran bahwa saat pembekaman pada titik bekam, maka akan terjadi kerusakan mast cell dan lain-lain pada kulit, jaringan bawah kulit ( sub kutis), fascia dan ototnya. Akibat kerusakan ini akan dilepaskan beberapa mediator seperti serotonin, histamine, bradikinin, slow reacting substance (SRS), serta zat-zat lain yang belum diketahui. Zat-zat ini menyebabkan terjadinya dilatasi kapiler dan arteriol, serta flare reaction pada daerah yang dibekam.

Dilatasi kapiler juga dapat terjadi di tempat yang jauh dari tempat pembekaman. Ini menyebabkan terjadinya perbaikan mikrosirkulasi pembuluh darah. Akibatnya timbul efek relaksasi (pelemasan) otot-otot yang kaku serta akibat vasodilatasi umum akan menurunkan tekanan darah secara stabil. Yang terpenting adalah dilepaskannya corticotrophin releasing factor (CRF), serta releasing factors lainnya oleh adenohipofise. CRF selanjutnya akan menyebabkan terbentuknya ACTH, corticotrophin dan corticosteroid. Corticosteroid ini mempunyai efek menyembuhkan peradangan serta menstabilkan permeabilitas sel.

Penelitian lain menunjukkan bekam pada titik tertentu dapat menstimulasi kuat syaraf permukaan kulit yang akan dilanjutkan pada cornu posterior medulla spinalis melalui syaraf A-delta dan C, serta traktus spinothalamicus kearah thalamus yang akan menghasilkan endorphin. Sedangkan sebagian rangsang lainnya akan diteruskan melalui serabut aferen simpatik menuju ke motor neuron dan menimbulkan reflek intubasi nyeri.

Penelitian telah dilakukan untuk mengetahui manfaat dari metode bekam. Salah satunya adalah yang dilakukan terhadap 60 orang gemuk yang rutin melakukan bekam. Ternyata bekam bisa menurunkan tekanan darah dan kolesterol jahat, serta meningkatkan kadar kolesterol baik. Hasil studi yang dimuat dalam BMC Medicine tersebut cukup mengejutkan. Studi lain yang dimuat dalam Journal of the American Medical Association juga menyebutkan orang yang mendonasikan darahnya setiap 6 bulan sekali lebih jarang terkena serangan jantung dan stroke.

Para ahli menduga manfaat kesehatan tersebut karena kadar zat besi dalam darah berkurang. Kadar zat besi yang tinggi terkait dengan peningkatan risiko penyakit jantung dan pembuluh darah. Terapi sedot darah menggunakan lintah yang sempat populer di Inggris juga diklaim bisa mengurangi rasa nyeri lutut akibat artritis. Penelitian lain menyebutkan nyeri saraf akibat penyakit herpes bisa berkurang setelah sedot lintah.

Jong In Kim peneliti lain mengamati terapi basah–cupping untuk nyeri punggung bawah yang non spesifik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa basah–cupping mungkin memiliki efek potensial untuk mengurangi rasa sakit saat berhubungan dengan PNSLBP. Namun penelitian tersebut masih belum secara tegas dapat menyimpulkan efek terapi basah–cupping adalah intervensi yang berarti bagi perbaikan fungsional dari PNSLBP.

Meski bukan berdasarkan penelitian medis, Thomas W. Anderson (1985) juga mempublikasikan buku berjudul 100 Diseases Treated by Cupping Method atau 100 Penyakit yang Dapat Diobati dengan Bekam.

Diungkapkan dalam buku tersebut beberapa penyakit yang berespon cukup baik dengan Terapi bekam adalah Hipertensi, hiperuricemia (Gout/Pirai), hiperkolesterolemia, stroke, parkinson, epilepsy, migrain, vertigo, gagal ginjal, varises, wasir (hemoroid), dan semua keluhan sakit (rematik, ischialgia/sciatica, nyeri pinggang bawah), penyakit darah (leukemia, thalasemia), tinnitus, asma, alergi, penyakit sistim imun (SLE, HIV), infeksi (Hepatitis, elefantiasis), Glaukoma, Insomnia, enuresis/mengompol, mania, skizofren dan trans (gangguan sihir/jin), dll.

Begitu juga bekam untuk kesuburan (fertilitas) dan kecantikan (menghilangkan jerawat, komedo, vitiligo, menurunkan berat badan, dll).

Bekam memang terapi alternatif yang dipandang aman dan tidak menganggu kesehatan.

Berikut ini beberapa hal yang harus di perhatikan setelah atau sebelum melakukan terapi bekam.


  1. Cobalah untuk mengkonsumsi makanan dan minuman hangat setelah bekam. Makanan dan minuman hangat bisa membuat tubuh Anda menjadi lebih nyaman dan penuh dengan energi. Makanan terbaik yang bisa dikonsumsi adalah seperti makanan yang mengandung kalsium tinggi.
  2. Jangan mengkonsumsi makanan yang mengandung kalori tinggi karena dikhawatirkan akan meningkatkan nafsu makan besar yang berkelanjutan yang bisa menyebabkan obesitas.
  3. Cobalah untuk mandi air hangat beberapa hari setelah terapi, tapi jangan dilakukan secara terus menerus karena bisa memberikan efek bahaya mandi air hangat setiap hari.
  4. Ambil waktu untuk bisa istirahat penuh setelah bekam untuk memulihkan kondisi tubuh sehingga Anda tidak merasa lemah berlebihan.
  5. Minum madu yang dicampur dengan air hangat sangat disarankan karena madu bisa meningkatkan sistem kekebalan tubuh.
  6. Bekam terbaik dilakukan empat jam setelah matahari terbit, jadi jangan melakukan bekam pada pagi hari setelah bangun tidur karena tubuh Anda masih membutuhkan relaksasi dan penyesuaikan suhu tubuh.
  7. Bekam jangan dilakukan saat tubuh lelah karena bisa menyebabkan syok atau tekanan darah rendah.
  8. Jika bekam akan dilakukan untuk orang lanjut usia, maka sebaiknya terapis harus mengetahui kondisi kesehatan penderita. Jika terlalu lemah sebaiknya tidak dilakukan karena bisa menyebabkan penderita pingsan.
  9. Wanita yang sedang hamil sebaiknya tidak bekam. Kehamilan membutuhkan kondisi kesehatan yang prima dan efek samping bisa menyebabkan tubuh ibu hamil menjadi lebih lemah dan berakibat pada kondisi kesehatan janin.
  10. Bekam sangat dilarang untuk semua pasien yang sedang menderita penyakit seperti demam, pusing, mual, muntah, diare dan lemah.
  11. Bekam juga tidak boleh dilakukan secara langsung setelah makan, paling tidak tiga jam setelah makan. Jika tetap dilakukan maka bisa menyebabkan efek samping yang parah seperti mual dan muntah.
  12. Waktu terbaik untuk bekam adalah tiga jam setelah mandi. Air yang digunakan untuk mandi juga harus air hangat untuk menjaga perubahan suhu yang terjadi pada tubuh sebelum dan setelah bekam.
  13. Bekam basah sebaiknya tidak dilakukan untuk penderita penyakit seperti leukimia, diabetes, penyakit hemofilia, anemia, dan beberapa jenis penyakit jantung seperti kelainan katup jantung dan stroke.
  14. Bekam basah maupun bekam kering tidak boleh dilakukan untuk orang yang baru melakukan transfusi darah baik untuk penerima maupun pendonor. Hal ini bermanfaat untuk mencegah terjadinya anemia dan penyakit tekanan darah.
  15. Bekam basah dan kering tidak boleh dilakukan untuk orang yang menderita reaksi alergi di kulit baik untuk alergi makanan maupun alergi lain.
  16. Bekam basah dan kering tidak boleh dilakukan untuk bagian tubuh yang terluka dan memicu keluarnya darah dan luka yang menjadi lebih parah.
  17. Bekam basah dan kering tidak boleh dilakukan untuk orang yang baru saja mengkonsumsi obat-obatan kimia.
  18. Jangan memberikan bekam untuk orang yang sedang puasa atau setelah puasa tapi belum berbuka. Jika tetap dilakukan maka aka nada efek samping yang lebih parah seperti gangguan pencernaan dan tubuh lemah.

Rasulullah SAW, bersabda:

“Kamu sekalian hendaklah berbekam pada tengah Qomahduwwah (punuk/ tengkuk pada punggung badan), maka akan dapat menyembuhkan 72 penyakit” (Shohih Ibnu Majjah No. 3478).

Diantara beberapa manfaat berbekam adalah dengan sabda Rasulullah SAW yang mengisyaratkan ada 72 macam penyakit yang dapat disembuhkan dengan jalan bekam.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : Sebaik-baik obat yang kamu gunakan adalah ber bekam, atau: Ber bekam adalah obat yang paling baik bagimu. (Shahih Muslim No.2952).

Kebijaksanaan tidak tumbuh dengan serta merta.

Buka Komentar

Comment Policy : Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
EmoticonEmoticon