Wednesday, July 12, 2017

Pengertian Ideologi Komunisme dan Liberalisme

Pengertian Ideologi Komunisme dan Liberalisme

Tags

Pengertian Ideologi Komunisme dan Liberalisme
Ideologi

Ideologi merupakan suatu ide atau gagasan. Kata ideologi sendiri diciptakan oleh Antoine Destutt de Tracy pada akhir abad ke-18 untuk mendefinisikan "sains tentang ide". Tujuan utama di balik ideologi adalah untuk menawarkan perubahan melalui proses pemikiran normatif.

secara umum adalah suatu kumpulan gagasan, ide, keyakinan serta kepercayaan yang bersifat sistematis yang mengarahkan tingkah laku seseorang dalam berbagai bidang kehidupan, seperti :

Bidang politik, termasuk bidang hukum, pertahanan dan keamanan. Bidang sosial Bidang kebudayaan Bidang keagamaan. Kali ini saya akan jabarkan dua ideologi atau paham yang berkembang di masyarakat.

1. Ideologi Komunisme


Komunisme merupakan sebuah ideologi atau paham. Pencipta ideologi komunisme yaitu Karl Heinrich Marx (Trier, Jerman, 5 Mei 1818 – London, 14 Maret 1883) yang merupakan seorang filsuf, pakar ekonomi politik dan teori kemasyarakatan dari Prusia. Paham komunisme pernah menjadi salah satu gerakan yang paling berpengaruh dalam dunia politik.

Istilah komunisme sering dicampuradukkan dengan komunis internasional. Komunisme atau Marxisme adalah ideologi dasar yang umumnya digunakan oleh partai komunis di seluruh dunia. sedangkan komunis internasional merupakan racikan ideologi ini berasal dari pemikiran Lenin sehingga dapat pula disebut "Marxisme - Leninisme".

Umumnya komunisme sangat membatasi agama pada rakyatnya, dengan prinsip agama dianggap candu yang membuat orang berangan-angan yang membatasi rakyatnya dari pemikiran yang rasional dan nyata.

Paham komunis berkeyakinan perubahan atas sistem kapitalisme harus dicapai dengan cara-cara revolusi dan pemerintahan oleh diktator proletariat sangat diperlukan pada masa transisi.

Baca juga Penjelasan tentang ideologi fasisme

Dalam masa transisi dengan bantuan Negara dibawah diktator proletariat, seluruh hak milih pribadi dihapuskan dan diambillah untuk selanjutnya berada dalam control negara. Komunisme sebagai ideologi mulai diterapkan saat meletusnya Revolusi Bolshevik di Rusia tanggal 7 November 1917.

Tanda komunisme dilihat dengan adanya prinsip sama rata sama rasa di dalam bidang ekonomi dan sekularisme yang radikal ketika agama digantikan oleh ideologi komunis yang bersifat doktriner.

Jadi, menurut ideologi komunis, kepentingan-kepentingan individu tunduk kepada kehendak partai, negara dan bangsa (kolektif). Komunisme merupakan hasil perkembangan dari sosialisme.

Ciri-ciri Ideologi Komunisme


Sifatnya ateis, yaitu tidak mengimani adanya Tuhan. Menganggap Tuhan tidak ada, kalau dia berpikir bahwa Tuhan tidak ada. Tetapi ketika berpikir Tuhan itu ada, maka keberadaan Tuhan terserah kepada manusia.
Kurang menghargai manusia sebagai individu, dibuktikan dengan ajaran yang tidak mengijinkan seseorang menguasai alat-alat produksi. Komunisme mengajarkan teori pertentangan (perjuangan) kelas.

Doktrin komunis salah satunya yaitu the permanent / continuous revolution (revolusi terus-menerus). Revolusi menyebar ke seluruh dunia, maka komunisme disebut go internasional.

Komunis mempunyai progam terwujudnya masyarakat yang makmur, tanpa kelas, dan semua orang itu sama. Tetapi untuk mewujudkannya, ada fase diktator proletariat yang mempunyai tugas membersihkan kelas lawan komunisme.

Terutama tuan tanah yang bertentangan dengan demokrasi. Komunisme menganut sistem politik satu partai, yaitu partai komunis. Sehingga bisa dibilang Negara komunis tidak ada partai oposisi atau komunisme itu pada dasarnya tidak menghormati HAM. Negara dan hukum akan lenyap karena tidak lagi diperlukan.

Tokoh-tokoh komunis antara lain yaitu:


Muso Aidit Karl Mark Joseph Stalin Friedrich Engels Leonid Breznev.
Sedangkan negara yang menerapkan ideologi komunisme diantaranya:
RRC Korea Utara Vietnam Rusia Kuba Albania

Jika kamu bertanya mengapa negara kita tidak memakai ideologi komunisme, itu karena komunisme tidak sesuai dengan kepribadian dan pandangan hidup bangsa Indonesia yang berdasar pancasila dan ber ketuhanan. Indonesia sangat meyakini adanya Tuhan dan masyarakatnya yang menghormati Hak Asasi Manusia.


2. Ideologi Liberalisme


Liberalisme atau Liberal adalah sebuah ideologi atau paham, didasarkan pada pemahaman bahwa kebebasan dan persamaan hak adalah nilai politik yang utama. Secara umum, liberalisme mencita-citakan suatu masyarakat yang bebas, dicirikan oleh kebebasan berpikir bagi para individu.

Istilah liberal berasal dari bahasa Latin, liber yang berarti bebas. Ideologi liberalisme merupakan ideologi yang tidak dibatasi oleh ajaran filsafat, politik, agama, dan nilai-nilai kesukuan.

Ajarannya bertitik tolak dari hak asasi yang melekat pada manusia sejak lahir dan tidak dapat diganggu gugat oleh siapa pun termasuk penguasa, kecuali atas persetujuan yang bersangkutan.

Pemikiran liberal (liberalisme) berkembang sejak masa Reformasi Gereja dan Renaissans yang menandai berakhirnya Abad Pertengahan (abad V-XV). Disebut liberal, yang secara harfiah berarti bebas dari batasan (free from restraint), karena liberalisme menawarkan konsep kehidupan yang bebas dari pengawasan gereja dan raja.

Ini berkebalikan total dengan kehidupan Barat Abad Pertengahan ketika gereja dan raja mendominasi seluruh segi kehidupan manusia.

Adapun ciri-ciri ideologi liberalisme sebagai berikut.


  • Mempercayai adanya Tuhan.
  • Mengakui persamaan dasar manusia dan menghargai pemikiran manusia.
  • Pemerintahan dilakukan dengan persetujuan rakyat dan berdasarkan hukum.
  • Lebih mengutamakan kepentingan individu.
  • Menganut paham sekuler yang memisahkan kehidupan agama dan urusan negara serta pemerintahan.


Paham liberalisme menolak adanya pembatasan, khususnya dari pemerintah dan agama. Liberalisme menghendaki adanya, pertukaran gagasan yang bebas, ekonomi pasar yang mendukung usaha pribadi (private enterprise) yang relatif bebas, dan suatu sistem pemerintahan yang transparan, dan menolak adanya pembatasan terhadap pemilikan individu.

Baca juga Penjelasan tentang ideologi Kapitalis

Oleh karena itu paham liberalisme lebih lanjut menjadi dasar bagi tumbuhnya kapitalisme.
Pencipta ideologi liberalisme yaitu ajaran liberalisme ortodoks sangat mewarnai pemikiran para The Founding Father Amerika seperti George Wythe, Patrick Henry, Benjamin Franklin, ataupun
Thomas Jefferson.

Negara yang menganut liberalisme yaitu : Beberapa Negara di Benua Amerika yang menganut ideology liberalisme Amerika Serikat, Argentina, Bolivia, Brazil, Cili, Cuba, Kolombia, Ekuador, Honduras, Kanada, Meksiko, Nikaragua, Panama, Paraguay, Peru, Uruguay dan Venezuela.

Sekarang ini, kurang lebih liberalisme juga dianut oleh negara Aruba, Bahamas, Republik Dominika, Greenland, Grenada, Kosta Rika, Puerto Rico dan Suriname.

Kebijaksanaan tidak tumbuh dengan serta merta.

Buka Komentar

Comment Policy : Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
EmoticonEmoticon