Wednesday, July 19, 2017

Gahzul Fikri Perang Pemikiran Di Era Moderen

Gahzul Fikri Perang Pemikiran Di Era Moderen

Tags

Gahzul Fikri Perang Pemikiran Di Era Moderen
Gahzul Fikri

Menurut Kepala SPI, Akmal Sjafril, asal mula ghazwul fikri atau perang pemikiran adalah seperti yang tersurat di dalam Al-Quran.

Surat Al-Hijr ayat 39,

Iblis berkata: "Ya Tuhanku, oleh sebab Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat pasti aku akan menjadikan mereka memandang baik (perbuatan ma`siat) di muka bumi, dan pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya.


ketika Iblis menolak untuk sujud kepada Nabi Adam, lalu Allah swt mengusir Iblis keluar dari syurga dan menjadikannya sebagai makhluk sesat yang terkutuk. Iblis kemudian bersumpah akan  mengajak umat manusia untuk menemaninya di neraka, dengan jalan akan menjadikan kejahatan terasa indah bagi manusia di muka bumi.

“Orang yang suka pada kebatilan maka dia tidak akan suka pada kebenaran, melainkan lebih cenderung untuk mengikuti hawa nafsu. Kemudian orang akan melakukan rasionalisasi dari perbuatan buruknya dikarenakan pemikiran yang sesat dan tak beres di otaknya,” ujar Akmal.

PENGERTIAN GHAZWUL FIKRI

Secara bahasa Ghazwul berasal dari kata Ghozwah yang berarti peperangan dan Fikri berasal dari kata Fikr yang berarti pemikiran, secara istilah bisa diartikan sebagai penyerangan dengan berbagai cara terhadap pemikiran umat islam guna merubah apa yang ada di dalamnya sehingga tidak lagi bisa mengeluarkan darinya hal-hal yang benar karena telah bercampur aduk dengan hal-hal yang tidak islami.

Dalam arti luas Ghazwul Fikri adalah cara atau bentuk penyerangan yang senjatanya berupa pikiran, tulisan, ide-ide, teori, argumentasi, dan propaganda.

Namun demikian ghazwul fikri tidak berdiri sendiri. Ia merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari metode perang yang bertujuan untuk memurtadkan kaum muslimin dari agamanya, jika tidak tercapai, setidaknya mendangkalkan keagamaan seseorang atau masyarakat. Ia bukan merupakan tahapan peperangan, akan tetapi sebagai pelengkap dan penyempurna cara penyerbuan orang-orang kafir terhadap islam dan umatnya.

SASARAN GHAZWUL FIKRI

Yang menjadi sasaran tentu saja adalah pola pikir, akhlak (perilaku), dan aqidah dari kaum muslimin. Apabila seseorang sering menerima paham sekuler, maka ia pun akan berpikir ala sekuler.

Bila seseorang dicekoki dengan pola pikir komunis, materialis, liberalis, kapitalis atau yang lainya, maka merekapun akan cenderung berpikir dengan salah satu paham tersebut. Perang pemikiran dilahirkan dalam bentuk media-media baik cetak maupun elektronik.

Dari sana pula timbul persaingan untuk saling memperkenalkan sesuatunya dan semakin banyak iklan maka semua orang akan melihat dan menjadikannya sebagai gaya hidup atau properti dalam menentukan jalan hidupnya.


METODE YANG DIGUNAKAN DALAM GHAZWUL FIKRI

Menurut para pakar yang mengkaji tentang ghazwul fikri, ada beberapa cara atau taktik yang sering dilakukan oleh para penyerbu (orang kafir), antara lain :


1. Tasykik.

Yaitu menimbulkan keragu-raguan dan pendangkalan dalam jiwa kaum muslimin terhadap agamanya. Yang menjadi sasaran utama dalam metode ini adalah validitas sumber-sumber hukum islam, yaitu Al-quran dan Hadis. Berbagai teori bohong diungkapkan oleh para orientalis untuk menimbulkan keragu-raguan akan kebenaran wahyu Allah. Mereka menuduh bahwa isi Al-quran sudah tidak rasional agar kaum muslimin tidak lagi mengkajinya.

2. Tasywih.

Yaitu pengaburan. Adalah upaya orang kafir untuk menghilangkan kebanggaan kaum muslimin terhadap islam dengan cara menggambarkan islam secara buruk. Seringkali mereka menyematkan gelar seperti teroris, fundamentalis, ekstrimis, islam garis keras, dan lain-lain. Tentunya julukan tersebut tidak hanya sebagaihinaan semata bagi kaum muslimin, melainkan juga salah satu bentuk Tasywih agar kaum muslimin mulai tidak bangga terhadap agamanya sendiri.

3. Tadzwiib.

Yaitu pelarutan, pencampuradukan antara pemikiran dan budaya islam dengan pemikiran dan budaya jahiliyah. Tujuanya jelas yaitu agar tidak lagi ada jarak pemikiran dan budaya islam dengan pemikiran dan budaya kufur, sehingga orang islam tidak tahu lagi mana pemikiran dan budaya islam dan mana yang bukan.

4. Taghrib atau pembaratan (westernisasi).

Yaitu mendorong kaum muslimin untuk menyenangi dan menerima pemikiran, kebudayaan dan gaya hidup orang-orang barat. Taghrib berusaha keras untuk mengeringkan nilai-nilai islam dari jiwa kaum muslimin dan mengisinya dengan nilai-nilai barat yang menyimpang

SARANA GHAZWUL FIKRI

1. Pers dan media informasi.
Dalam dunia modern, pers menempati posisi yang sangat penting, antara lain adalah dapat membentuk opini umat. Bahkan sering dikatakan bahwa barangsiapa yang menguasai pers, berarti dapat juga menguasai dunia. Kalau yang menguasai pers itu adalah orang mukmin, yang benar-benar paham dengan dakwah dan memang merupakan Da'i, maka pers yang diterbitkanya tentu tidak akan menurunkan tulisan-tulisan yang merugikan islam, memojokkan kaum muslimin atau menyakiti umat Nabi Muhammad SAW.

Tetapi kenyataan yang membuktikan, di dunia ini tak sedikit pers yang menurunkan aneka bentuk tulisan yang substansi isinya bukan hanya memojokkan islam, menyakiti hati kaum mukmin, menghina Nabi serta melecehkan Al-quran, tetapi lebih dari sekedar itu.

Musuh-musuh islam telah menggunakan media sebagai corong yang efektif untuk merontokkan keislaman kita. Dan keadaan bisa bertambah buruk lagi, kalau para pemimpin umat islam bukanya memihak islam, tapi justru memihak dan membela musuh-musuh Allah SWT. Na'udzu biillah min dzaalik.

2. Pendidikan.
Melalui beasiswa pelajar di negeri barat, perlahan mereka menyimpangkan pandangan kita terhadap islam. Hingga saat ini sudah banyak mahasiswa yang diberi beasiswa kuliah di luar negeri dan ketika kembali sudah menjadi calon tokoh-tokoh kaum liberal.

3. Hiburan dan Olahraga.
Baik hiburan tradisional maupun modern, hingga reality show sudah mereka manfaatkan. Tidak hanya mendirikan cafe, bioskop, club, lokalisasi, namun juga memanfaatkan radio, televisi, Hp, internet, dan sebagainya. Selain itu mereka juga menyebutkan prestasi olahraga sebagai bentuk kepahlawanan yang pantas dibanggakan, padahal dibalik itu semua banyak perbuatan keji yang ditularkan kepada umat islam. Seperti judi, menuman keras, menampakkan aurat dan masih banyak lagi.

4. Yayasan dan LSM.
Dibungkus dalam kemasan islami seperti bantuan sosial, padahal dibalik itu mereka menawarkan pertukaran harta dengan agama mereka hingga akhirnya masyarakat-masyarakat lemah harta (mustad'afin) menjadi korban pemurtadan.

DAMPAK DARI GHAZWUL FIKRI

Perusakan Akhlak.
Diberbagai media massa, musuh-musuh islam melancarkan program-program yang bertujuan merusak akhlak generasi muslim mulai dari anak-anak, remaja, maupun dewasa. Diantara perusakan itu adalah lewat majalah, televisi, serta musik. Dalam media-media tersebut selalu saja disuguhkan penampilan tokoh-tokoh terkenal yang pola hidupnya jelas-jelas jauh dari islam. Mulai dari cara berpakaian, gaya hidup dan ucapan-ucapan yang mereka lontarkan. Dengan cara itu mereka telah berhasil membuat idola-idola baru yang membuat generasi islam berkiblat kepada mereka.

Melarutkan kepribadian islam.

Akibat dari itu semua lahirlah generasi muslim yang tidak berkepribadian. Mereka menjadi tidak percaya diri untuk menampakkan identitas keislamanya. Nama-nama, model pakaian, bahasa, gaya hidup, pola pikir, semuanya mereka ganti dengan kebudayaan impor dari barat. Bahkan sebagian mereka mengatakan apabila kita ingin maju maka kita harus menjiplak barat seutuhnya.

"Mereka ingin supaya kamu menjadi kafir sebagaimana mereka telah menjadi kafir, lalu kamu menjadi sama (dengan mereka)..." (QS. An-Nisa [4] : 89)

Pemurtadan.
Ini adalah program utama dan yang paling jelas dari ghazwul fikri. Setelah hilang semangat keislamanya dan dilanjutkan tumbuhnya kekaguman akan peradaban barat yang semu, maka tahapan selanjutnya adalah menggiring hati kaum muslimin untuk keluar dari agamanya.

"Mereka tidak henti-hentinya memerangi kalian hingga kalian murtad dari agama kalian jika mereka mampu."(QS. Al-Baqarah : 217)

Perang pemikiran sendiri di Indonesia sekarang ini dimulai dengan adanya isu-isu global tentang islam yang berbahaya sehingga orang islam cenderung kehati-hatian dalam mendengan tentang hal-hal berbau islam.

Moyoritas islam di Indonesia  berada di level problem dilematis atau sekarang ini kurang mengikuti perkembangan tenknologi sekarang ini. Di sisi lain kaum muslimin sekrang lebih mengikuti budaya-budaya atau ternd-trend yang ada dibarat. Contohnya saja cara berpakain yang mengikuti orang-orang barat.

UPAYA MENANGKAL GHAZWUL FIKRI

Kenali musuh dan tingkatkan kemampuan diriKritis dalam menyaring informasi dari mediaTaktik bertahan dan menyerang

Jika sudah tahu semua tentang ghazwul fikri, cara kerja, sasaran, dan dampaknya maka mulai dari sekarang kita tingkatkan pemahaman keislaman kita secara kaffah. Jangan pernah ragu-ragu untuk menampakkan identitas keislaman kita. Dan jangan lupa selalu membaca dan mengkaji Al-quran, sunnah dan hadis karena itulah kekuatan utama umat muslim.

Diera sekarang ini ghazwul fikri terus berkembang dikalangan remaja atau pun kaum pemuda dan kaum intelektual. Kita bias melihatnya bagaimana suatu lembaga atau wadah yang memberikan banyak fasilitas seperti beasiswa gratis dan pemuda pemudi yang cerdas ditawari untuk mengecam perguruan tinggi ternama yang berada diluar negeri.

Dalam bidang ahli tertentu mereka banyak mepelajari ghazwul fikri. Setelah mereka mempelajari itu semua baru mereka melakukan kaderisasi, mengrekrut anggota baru atau membangun sebuah organisasi untuk menggerakkan kegiatan  ghawul fikri (perang pemikiran). Setelah itu baru mereka dipulangkan ke daerah asalnya dan melanjutkan kegiatan Ghazwul fikri (perang pemikiran).

Salah satunya adalah Sekularisme. Sekularisme ini murni produk yang dihasilkan dari dunia barat yang pernah disampaiakn oleh (Syeh Muhammad Naquib Al-Attas) dalam karyanya “Islam and Scularism”. Sekularisme sendiri bentuk perang pemikiran yang sudah sejak lama agar meruntuhkan nilai-nilai islami. Tidak perlu dipertanyakan lagi, kita bisa lihat bagaiman kritik-kritik yang tajam yang dilontarkan oleh orang maupun tokoh-tokoh terkenal lainnya.

Kebijaksanaan tidak tumbuh dengan serta merta.

Buka Komentar

Comment Policy : Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
EmoticonEmoticon