Tuesday, October 13, 2015

Puisi Labuhan Rindu

Puisi Labuhan Rindu

Tags

Puisi Labuhan Rindu
Puisi

Bunga cinta yang tumbuh tak mampu bertahan lama, karna musim semi yg takunjung datang, kini yang tinggal hanya kelopak layu dan kering bersama hancurnya kerajaan cinta.

Sebelum kegelapan menutup mata selamanya, kita telah bertemu entah untuk apa. Namun kumohon bukan untuk hal yang sia-sia. Kita mengukir kenangan, dalam dekap hangat ingatan.

Kelak jika maut memisahkan kita, dan tak mungkin bersua lagi, akan masih ada hal yang patut dimaknai dalam ingatan.

Tiada lupaku akan dirimu, meski sedikit waktuku bersamamu, tetap dan selalu kuadakan engkau dihati ku ingat senantiasa dan selalu itu.

Sajak yang kutulis belum seberapa, dibanding rasa yang kupunya. Dan malam selalu setia bantu aku tuk ungkapkan cinta memupuk rindu lewat rentetan kata.

Kebijaksanaan tidak tumbuh dengan serta merta.

Buka Komentar

Comment Policy : Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
EmoticonEmoticon