Saturday, September 19, 2015

Sandiwara Hidup Ini

Sandiwara Hidup Ini

Tags

Sandiwara Hidup Ini
Sandiwara hidup

Aku tak pernah memilih untuk jadi apa dikehidupan ini, bahkan aku juga tidak pernah memilih untuk diciptakan menjadi mahluk apa dan hidup dimana. Tapi dalam kebaikan TUHAN.

Aku hanya menjaga doa dan permohonan diri, agar menjadi apapun aku semoga tetap dalam diri yg berhati baik.

Pada nyawaku yang sudah dipangkas waktu ini tak terkira seketika tangis jatuh di kesunyian. Hari tak terbaca dan patah hati di gulung hampa. Namunku harus terus berjalan meski tertatih, harus terus berdoa sampai terbata-bata.

Ikut pada tali cerita dunia kadang tak perduli akan luka, tak perduli pasti bahagia, bahka mungkin malah kecewa, tapi apalah arti semua. Hidup sudah di atur sutra dara. Diujung mendung pada pintu langit ini.

Mempersilahkan hujan masuk bumi kelam sudah jagad raya, sama seperti buku nasibku didunia, seperti awan ingin engku segerakan menggulung tetapi aku tidak mengetahui batas ujung, air mata....! sakit....! ataukah sumpah serapah ?

Inginku tenang seperti air telaga seperti cahaya diangkasa seperti tanah di bumi seperti dia yang bisa lebih tawadhu'.

Tapi...! Saat ini aku bak di atas angin gontai terombang ambing bersama hembusan yang tiada arah. Kadang aku bak di tengah hujan badai petir menggelegar.....! Saat ini seperti nyala lilin terancam padam pada hembusan angin.

Mau... istiqomah mau... sidiq tapi rantai hidup tinggal sejengkal.

Laksana nyanyian sesal saja...... sudah... sudah lah duka dan rasa bersalah itu tidak mencegahku di pintu maut.

Kebijaksanaan tidak tumbuh dengan serta merta.

Buka Komentar

Comment Policy : Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
EmoticonEmoticon