Wednesday, September 09, 2015

Banyu Syair Kompilasi

Banyu Syair Kompilasi

Tags

Banyu Syair Kompilasi
Banyu

Hijau lumut dasar telaga diam ada bayanganmu maya dalam pandangan tak tersentuh jasad tapi melekat kasat di pikiran

Aku bisu... Diatas bening air danau tak berani menjatuhkan air mata meski jelas tercermin kenangan kita diatas permukaan mata air ini.



Air diangkut di dalam timba,
Menyiram bunga tanam merata,
Usah diikut rasanya hiba,
Rindu tak terobat dengan air mata.

Ikan tenggiri di laut banda
Ombak menghantam batu karang
Sungguh sesak di dalam dada
Mengungkap kisah yang terkenang

Senja itu...masih mengikatku pada kenangan tentangmu meski telah digulung zaman namun kegembiraan dan kepedihannya terpaku mati diulu hati.

Engkau seperti bayangan....!
Ada meski tak terikat ada....!
Meski tak mampu didekap ada....!
Meski gelap dan tak terbaca ada....!

Tentang senja itu... biarlah setia padaku agar dapat menghadirkan kenangan bersamamu meski telah digulung waktu.

Aku tegar untuk menutup hati yang lapuk, untuk pelihara senyum selubungi takdir kelam ku ini.

Aku Bisa apa...?

Ketentuan sudah digariskan pada impian patah

Aku cuma bisa meratap pada impian hangus, cuma bisa tertegun.

Aku bisa apa...???

Jika Kun Fayakun adalah pasti, jalan tetap saja berduri, meski tujuh telaga telah direnangi meski sejuta sajadah sudah berbasuh airmata.

Aku...bisa apa...???

Jika ini Kun Fayakun pada cerita takdirku.

Aku bisa apa ???

Kebijaksanaan tidak tumbuh dengan serta merta.

Buka Komentar

Comment Policy : Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
EmoticonEmoticon