Friday, May 30, 2014

Tangis Tersembunyi

Tangis Tersembunyi

Tags

Tangis Tersembunyi
Sad


Malam semakin pekat, lelah di pundak masih terasa, ku rebahkan tubuh ini sejenak diatas tikar lusuh.

Berharap jiwa ini bisa tenang walaupun sesaat, ini lah hidupku keseharianku yang slalu menukar siang jadi malam dan malam menjadi siang.



Gelisah menjelma dibilik-bilik jiwa Mengurung ribuan kisah Sampai nyaris sesak tak bisa bernapas, rentang waktu yang berlarian Masih saja tak bisa ku ajak bicara.

Tentang letih yang sering kali singgah Membiarkanku mengeja setiap peristiwa melafal satu demi satu sejarah diri maka temukanlah aku dalam sunyi.

Aku tak pernah memilih untuk jadi apa dikehidupan ini, bahkan aku juga tidak pernah memilih untuk diciptakan menjadi mahluk apa dan hidup dimana. Tapi dalam kebaikan TUHAN.

Aku hanya menjaga doa dan permohonan diri, agar menjadi apapun aku semoga tetap dalam diri yg berhati baik

Walaupun air mata ini terkadang jatuh berderai namun tak akan ku perlihatkan pada siapapun.

Kebijaksanaan tidak tumbuh dengan serta merta.

Buka Komentar

Comment Policy : Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
EmoticonEmoticon