Saturday, April 09, 2011

Resahku dan Tangisku

Resahku dan Tangisku

Tags

Resahku dan Tangisku
Tangis

Setitik embun penyejuk hati, mulai mengering di sengat cahaya pagi, kini ku teriakan syair kidung hati agar lelah jiwa ini menjauh pergi, aku galau dengan semua cerita yang ku alami, inginku bersujud menangis memohon ampun pada MU Tuhan atas keresahan ini.

Dosa yang ada sudah terlalu besar maaf di pinta telah berulang namun kenapa aku begitu sulit menjauhinya. Air mata turunlah engkau, basuhlah noda noda yang melekat di pipi ini, agar aku kembali berseri seri dan menghakiri ke resahan ini.

Hidupku seperti nyala lilin redup terang ditiup angin, begitu pula cinta ku ini terkadang mesra, terkadang duka, disaat mesra lupa sgalanya, tapi disaat duka bercucuran air mata, perih, sakit, kecewa melebur satu.

Membuat hati seperti kapal yang menabrak karang, pecah, terombang ambing di lautan luas, menunggu ombak membawa puing puing menuju bibir pantai. Kupasrahkan hati dan jiwa yang makin rapuh ini. Tuhan ampuni aku.

Kebijaksanaan tidak tumbuh dengan serta merta.

Buka Komentar

Comment Policy : Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
EmoticonEmoticon